Dalam sambutannya, Dedi mengajak Ade dan pengurus yang baru dilantik untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terutama kelas bawah yang selama ini selalu menyumbang suara dan setia terhadap Partai Golkar.
"Mereka (masyarakat) itu tidak pernah beraspirasi dan cenderung diam, kecuali kita dekati mereka akan bicara. Beda dengan mereka yang selalu berteriak (demo) di gedung dewan yang ujungnya proposal. Kalau sudah habis (uang) datang berteriak lagi," ucap Dedi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Dedi, baju yang diberikan harus sebanding tanpa membedakan kelas. Terlebih para politisi lebih loyal untuk kebutuhan sehari-hari mereka dibanding dengan pengeluaran untuk masyarakat yang menentukan suaranya pada masa pemilihan.
"Buat istri bisa beli tas harga Rp 20 juta sampai Rp 100 juta. Tapi buat masyarakat bikin baju yang harganya Rp 3 ribu. Masyarakat Jabar yang menerima kaos Golkar atau calon kepala daerah Golkar berkualitas rendah, lebih baik buang dan bakar saja. Yang memberi itu berarti tidak menghargai masyarakat," jelas Dedi.
Foto: Dedi dalam acara pelantikan pengurus Golkar (Tri Ispranoto/detikcom) |
Lebih baik, lanjut Dedi, kader membuat baju dengan kualitas terbaik dengan jumlah tidak terlalu banyak, dibanding dengan kualitas rendah tetapi tidak berkesan dan tidak membuat nyaman saat dipakai oleh masyarakat.
Sementara dalam pelantikan kali ini Dedi memilih warung tempat penjual lotek (gado-gado). Hal itu lantaran sebagai simbol tempat berkumpulnya masayarakat sehari-hari. Diharapkan dengan cara seperti itu Partai Golkar selalu menjadi pilihan rakyat karena dekat dan mudah dijangkau.
Foto: Dedi dalam acara pelantikan pengurus Golkar (Tri Ispranoto/detikcom) |
Usai pelantikan, Dedi yang didampingi Sekjen DPD I Golkar Jabar, Ade Barkah Surahman, mentraktir masyarakat untuk makan lotek dan makanan yang dijual oleh pedagang lain. Bahkan Dedi pun meminta panitia yang telah menyediakan makanan untuknya dan tamu VIP agar tempat tersebut dinikmati oleh masyarakat.
"Saya dan teman-teman dari DPD Jabar sudah sering makan yang enak-enak. Kalau masyarakat kan jarang-jarang. Jadi saya minta tempat itu dibuka untuk masyarakat. Tugas kita adalah memuliakan dan membahagiakan masyarakat," pungkas Dedi.
Foto: Dedi dalam acara pelantikan pengurus Golkar (Tri Ispranoto/detikcom) |












































Foto: Dedi dalam acara pelantikan pengurus Golkar (Tri Ispranoto/detikcom)
Foto: Dedi dalam acara pelantikan pengurus Golkar (Tri Ispranoto/detikcom)
Foto: Dedi dalam acara pelantikan pengurus Golkar (Tri Ispranoto/detikcom)