"Kalau diruntut, keputusan maju jadi cagub ini berawal dari diskusi jamaah di Masjid Sunda Kelapa ini," kata Anies di Masjid Sunda Kelapa, Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).
Anies mengaku tidak pernah berencana untuk maju sebagai calon gubernur DKI. Namun, nyatanya publik banyak yang meminta dirinya maju ke Pilkada DKI 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika ditanya, saya jawab akan saya pikirkan. Saya konsultasi, istikharah, bicara dengan isteri, juga ibu yang kebetulan sedang ada di Jakarta. Sampai pada ketetapan untuk bersedia. Tapi itu di akhir. Tapi saya tidak terlibat dalam proses, karena yang terlibat pimpinan partai," ucap Anies.
Atas proses yang sudah berjalan, Anies menganggap penunjukan dirinya sebagai cagub adalah amanat. Anies lalu mengatakan persoalan di Jakarta hanya dapat diselesaikan jika dilakukan bersama.
"Masalah yang ada di Jakarta banyak sekali, dan harus diselesaikan dengan ikhtiar bersama. Karena itu kepemimpinan di Jakarta harus yang menyatukan, bergerak bersama selesaikan masalah, kepemimpinan yang menjangkau semua sehingga aspirasi dan kerja sama bangun kota ini jadi lebih baik," katanya.
Anies juga mengatakan Jakarta harus menjadi contoh. Sebab, bangsa Indonesia dikenal bangsa yang bisa menjaga persatuan. Kondisi ini harus disyukuri karena di luar Indonesia, perpecahan mudah terjadi. Dan umat Islam memegang peranan penting dalam mewujudkan kedamaian tersebut.
"Di luar sana, perpecahan normal. Bahkan ada yang pecah sehingga banyak yang mengungsi. Indonesia pernah mengalaminya. Tapi umat Islam di Indonesia mengayomi, menjaga suasana masyarakat baik beda agama, keyakinan, beda etnis dalam suasana damai," tuturnya.
(jbr/miq)











































