Datang ke Polda Jatim, Akbar Faizal: DPR Akan ke Padepokan Dimas Kanjeng

Datang ke Polda Jatim, Akbar Faizal: DPR Akan ke Padepokan Dimas Kanjeng

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 01 Okt 2016 01:30 WIB
Datang ke Polda Jatim, Akbar Faizal: DPR Akan ke Padepokan Dimas Kanjeng
Polisi menunjukkan kertas palsu yang disebut Dimas Kanjeng dapat berubah menjadi uang (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - AAnggota Komisi III DPR Akbar Faizal mengatakan anggota dewan berencana mengunjungi Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur. Anggota DPR ingin mengetahui kondisi padepokan terkait kasus penipuan dengan modus penggandaan uang.

"Komisi III resmi akan berkunjug ke Probolinggo, melihat di Padepokan Dimas Kanjeng," ujar Akbar Faizal di Mapolda Jatim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (30/9/2016).

Akbar mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji terkait kunjungan rombongan anggota Komisi III pada Sabtu (1/10). Akbar memang terlihat ikut dalam jumpa pers yang digelar Ditreskrimum mengenai kasus yang menjerat Taat Pribadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Dimas Kanjeng Taat Pribadi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Penipuan)

Menurut Akbar, kasus penipuan dengan modus penggandaan uang oleh Taat Pribadi sudah menjadi sorotan publik. Sebab banyak yang menjadi korban Dimas Kanjeng yang berasal dari sejumlah daerah, bukan hanya Jatim.

"Kasus ini menyita perhatian publik, dan korbannya tidak hanya dari Jawa Timur, Sulawesi Selatan bahkan ada yang dari Papua," tuturnya.

Akbar pada Jumat (30/9) sore mengantarkan seorang korban dari Makassar yang mengadukan Dimas Kanjeng. Korban yang mewakili keluarganya mengaku sudah menyetorkan uang yang disebut mencapai Rp 200 miliar. Namun uang yang diklaim bisa digandakan, tak juga diterima korban.

(Baca juga: Setor Rp 200 Miliar ke Dimas Kanjeng, Keluarga ini Dapat Kertas dan Emas Palsu)

"Korban tidak hanya dari Jawa Timur saja. Saya dari dapil Sulawesi. Kebetulan saya menerima laporan dari Sulawesi, banyak yang menjadi korban," katanya.

"Ada yang menyetorkan Rp 10 juta, Rp 1 milliar sampai ratusan milliar," jelasnya. (roi/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads