"Percuma saja MUI kasih dalil-dalil. Satu-satunya cara agar mereka sadar, ya harus diruqyah. Karena yang terjadi bukan karena kuatnya doktrin, tapi jampi-jampi," kata Bibi Resemjan, saat ditemui di rukonya di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (30/9/2016).
Ruqyah ini menurut Bibi pernah berhasil diterapkan pada kerabatnya yang juga menjadi pengikut Dimas Kanjeng. Tapi sayang usai ruqyah, kerabat tersebut malah berkunjung lagi ke Padepokan Dimas Kanjeng di Dusun Sumber Cangkelek, Probolinggo.
"Dengan alasan tertentu, dia nekat ke padepokan lagi. Akhirnya, ya masuk lagi," imbuh wanita yang akrab dipanggil Neng ini.
Menurut Neng, proses ruqyah bisa dilakukan satu per satu kepada para pengikut setia Dimas Kanjeng. Jika ingin cepat, MUI menurutnya harus memfasilitasi penyiapan tenaga ahli ruqyah sebanyak mungkin.
"Suami saya tidak patuh pada Dimas Kanjeng, karena jampi-jampinya tidak bisa masuk," ujar Neng.
(fdn/fdn)











































