"Malah pernah ada tetangga di dekat masjid, sampai dibangunkan rumah sama Pak Ismail. Karena rumah yang ditempati sebelumnya itu tidak cukup layak, jadi khawatir berkesan kurang baik terhadap masjid," kata salah seorang warga, Edi Sumarto, Jumat (30/9/2016).
Di mata tetangga, Ismail Hidayah berkepribadian supel. Meski ekonominya terbilang mapan, Ismail tidak segan nimbrung di warung kopi bersama warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, sebelum hilang pada 2 Februari 2015 silam, Ismail sempat memberikan bantuan 5 truk batu untuk pembangunan tangkis sungai yang ada di desanya, di Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan.
Namun sebelum melakukan pembayaran, Ismail tiba-tiba hilang. Uang untuk membayar 5 truk batu itu pun langsung diambil alih oleh istrinya, Bibi Resemjan.
"Jadi, sebelum membayar Pak Ismail hilang, tapi langsung dibayari sama istrinya. Pak Ismail itu memang suka beramal, khususnya ke tempat ibadah. Bahkan, AC di Masjid itu juga Pak Ismail yang belikan," timpal Agus Wadi, tetangga lainnya.
Selain itu, yang dikenang dari Ismail adalah kepandaian silat. Sebagai pemegang ban hitam, Ismail bahkan pernah memegang posisi sebagai pelatih di salah satu perguruan silat.
"Kalau hanya 3 sampai 5 orang, saya yakin suami saya masih bisa menandingi. Dia pemegang ban hitam dan pelatih silat. Makanya, yang terlibat hilangnya dia cukup banyak, jadi dikeroyok. Itu pun dilakukan dari belakang," ujar Bibi Resemjan. (fdn/fdn)











































