Komunitas Jogja Nyah Nyoh merupakan salah satu komunitas anak muda di Yogyakarta yang peduli mengenai jalanan aspal yang rusak dan berlubang. Begitu melihat dan menerima informasi ada jalan berlubang, mereka secara sukarela dan swadaya menambalnya.
"Tujuan dibuatnya komunitas ini hanya satu yakni kalau ada jalan berlubang segera ditutup agar tidak mencelakakan orang lewat," ujar Ketua Komunitas Jogja Nyah Nyoh (JNN) Ardetya Eka Sunu kepada wartawan di sela-sela acara pameran "Sawiji Greget Sengguh Ora Mingkuh' di Jogja National Museum (JNM), Jl Amri Yahya, Yogyakarta, Jumat (30/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengendara lainnya yang memiliki pengalaman serupa juga sering jengkel saat lewat jalan berlubang," kata Adit, panggilan akrab Ardetya.
Bagus K/detikcom |
Menurut Ardetya, kerusakan sepeda motor yang sering terjadi akibat jalan berlubang yakni velg roda penyok. Selain itu, kerusakan jalan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
"Bahkan ada pengendara yang sampai meninggal dunia," katanya.
Dari situasi tersebut, Ardetya dan kawan-kawannya berinisiatif untuk menambal dan mengecor jalan-jalan beraspal yang berlubang. Idenya itu muncul saat sedang mengobrol santai di warung angkringan. Berbekal dana patungan digunakan untuk membeli pasir, kerikil, semen dan cangkul.
"Kita bergerak keliling kota tiap Rabu malam. Itu kita namakan Rabu Kerowak (berlubang-red)," tutur dia.
Penambalan dan pengecoran dilakukan malam hari ketika jalanan sudah sepi. Anggota komunitas menggunakan sepeda motor membawa alat-alat dan material menambal jalan-jalan berlubang.
Sedangkan alasan dinamakannya JNN karena nama itu biasa dipakai masyarakat Yogyakarta. JNN berarti sukarela tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
"Kata-kata ini dipilih sebagai ungkapan ekspresi saat melakukan aksi sosial secara ikhlas tanpa perhitungan tapi tetap dengan semangat gotong royong," ucap Ardetya. (bgs/nwy)












































Bagus K/detikcom