JK mengatakan, kedatangan dirinya menjenguk Irman di Rutan Guntur adalah sebagai seorang sahabat. Dirinya mengaku bersahabat dengan Irman.
"Jadi bersahabat itu tidak hanya dalam keadaan senang saja. Justru dalam keadaan kemarin apalagi juga pejabat negara mendapat musibah," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya simak itu yang paling penting ialah KPK dalam hal menangani soal perkara dugaan korupsi tentu juga harus tetap prinsip-prinsip praduga tidak bersalah kan," kata JK.
"Jadi jangan langsung dituduh begitu. Tapi saya bilang ya jalani saja proses hukum yang baik," sambungnya.
JK meminta kedatangannya menjenguk Irman Gusman tidak dianggap sebagai intervensi, karena hal itu dianggapnya sebagai hal yang biasa. JK menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada pengadilan.
"Siapa teman menteri saya datangi semua kalau di penjara di KPK. Sukamiskin pun tiga kali saya datang ke Sukamiskin, kalau saya ke Bandung lihat teman-teman. Bagi saya hidup ini harus begitu," ucapnya.
"Saya pikir kita harus berpikir jangan setiap kali orang kena KPK langsung kita bersama-sama hukum dia, kan ada pengadilan yang menghukum dia. Jangan langsung ada isu begitu, langsung seluruhnya kita hukum. Tidak. Menurut saya seperti itu. Jadi ada hak untuk itu," sambung JK.
Kasus suap terkait kuota gula impor di Padang, Sumatera Barat, yang disangkakan kepada Irman Gusman, dinilai JK juga masih terlalu jauh. Hal ini dikarenakan daerah pemilihan Irman Gusman adalah wilayah Sumatera Barat sehingga wajar menyinggung soal gula.
(Baca juga: Jenguk Irman Gusman di Sel, Wapres JK Kurang Peka Perasaan Masyarakat)
"Dan sebagaimana juga kepala Bulog mengatakan bahwa Irman menyampaikan harga gula di sini (Padang) kok mahal, di padang. Dia kan daerah pemilihannya Padang, di Sumatera Barat dan yang memilih 16.000 orang. Ya bagaimana menurunkannya? Ya tentu supply. Dari sisi itu ya saya kira siapa pun berhak. Kalau saya pun begitu, saya akan tanyakan ke Bulog, kenapa itu terjadi?" ucapnya.
"Bahwa ada di belakangnya, saya tidak tahu. Tapi ini tinggal pengadilan yang nanti melihat itu. Itu soal Irman," tutup JK.
(fiq/hri)











































