Namun, Anies menegaskan harusnya ada pembicaraan yang baik dulu antara pemerintah dan warga yang akan digusur. Karena bisa jadi rumah warga yang akan digusur memiliki kenangan tersendiri bagi pemiliknya.
"Soal penggusuran, bila dibicarakan dengan baik bisa ada solusinya. Kita semua tahu kalau ini ada kepentingan lebih besar. Kalau ada landasan hukum pasti semua bersedia. Yang penting warga harus dihormati, dihargai," kata Anies Baswedan di Rukan Jatinegara, Jalan Bekasi Timur IX, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan ini, Anies pun berjanji bila terpilih bersama Sandiaga Uno untuk memimpin DKI akan mengedepankan dialog-dialog ke masyarakat sebelum melakukan penggusuran. Anies juga menekankan dirinya juga akan membantu warga yang kesusahan jika terpilih dengan cara iuran.
"Ke depan kami berjanji untuk mengedepankan dialog. Ada yang melanggar aturan, kita akan menegakkan aturan tapi dengan pembicaraan yang baik. Bila dibicarakan dengan baik pasti ada solusi," ucap Anies Baswedan.
"Bangsa Indonesia sudah terbiasa iuran. Zaman dulu iuran Bangsa Indonesia adalah nyawa sekarang kita akan iuran untuk masyarakat Jakarta," tuturnya.
Sejauh ini, 277 kepala keluarga (KK) eks warga di permukiman Bukit Duri telah menghuni Rusun Rawa Bebek. Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan 363 unit rusun untuk mereka. Dari 363 unit tersebut, sudah ada 315 KK yang mengambil kunci dan 277 KK yang sudah menghuni rusun tersebut.
(yds/tor)











































