"Ada 5 yang 2 ini berada di tangan Alhabsy, yang 3 lagi masih ada di tangan anak Buah Jim Dragon yang sudah tewas. Dua orang ini merupakan sub grupnya Abu Sayayf. Operasi intelijen masih terus dilakukan baik Dari Malaysia Sabah," Jelas Iqbal pada acara Gathering Informal dengan Jubir Kemenlu di Workroom Coffee, Jalan Cikini Raya no.9 Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM juga telah terjun langsung memimpin proses pembebasan WNI. Sementara Kementerian Luar Negeri RI hingga kini masih terus melakukan koordinasi dengan pihak di Filipina Selatan. Ini dikarenakan proses pembebasan sandera yang berada di tangan Al-Habsy tergantung dengan dinamika politik yang ada di Filipina Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan negosiasi terkait masalah tebusan yang diminta oleh pihak penyandera.
"Yang jelas posisi pemerintah tidak pernah terlibat negosisasi langsung dengan penyandera, dan pemerintah tidak akan membayar uang tebusan," tegasnya.
Hingga saat ini operasi intelijen yang dilakukan telah mengetahui seperti apa perilaku penyandera. "Karena ini operasi intelijen jadi ini tidak akan disampaikan siapa yang melakukan. Kita tahu persis sandera adalah aset bagi mereka, kita sudah tahu perilaku penyandera seperti apa," lanjutnya.
(Hbb/Hbb)











































