"Suami saya sebelum meninggal pamit ke saya mau ke rumah Kanjeng. Ternyata itu hari terakhir saya bertemu dengan suami saya," ujar Erwin kepada detikcom, Kamis (29/9/2016).
Erwin bercerita, suaminya pamit pulang ke Probolinggo untuk memenuhi panggilan Dimas Kanjeng Taat Pribadi (13/4) lalu. Saat itu, sang suami mengaku akan mengambil uang yang dijanjikan sebesar Rp 20 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat itu suami saya berangkat sendiri pas tengah malam. Masih sempat kontak sekitar jam 4 subuh. Habis itu sudah tidak ada kontak lagi. Makanya saya yakin yang bunuh suami saya itu Kanjeng," tambahnya.
Erwinsempat menceritakan hal tersebut kepada petugas kepolisian dari Wonogiri, Jawa Tengah, setelah penemuan jenazah Abdul Ghani.
Foto: Ardian Fanani/detikcom |
"Saya waktu itu bingung sempat tak sadarkan diri setelah dikabarkan suami saya dibunuh. Dan sudah saya ceritakan ke polisi Wonogiri itu," pungkasnya.
Erwin Hariyati adalah istri kedua dari Abdul Ghani. Dia dinikahi Abdul Ghani pada Juni 2015 lalu. Sebelum di Banyuwangi, Erwin dan Abdul Ghani tinggal di Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo. Selanjutnya mereka pindah ke Banyuwangi pada awal 2016 lalu. (bdh/try)












































Foto: Ardian Fanani/detikcom