"Kalau kita sudah menemukan alat bukti yang cukup, ya pasti enggak ada pilihan lagi untuk dilanjutkan," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo usai acara peresmian Sistem Pengawasan Mahkamah Agung di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).
Agus mengatakan penyelidikan terus dilakukan untuk mendapatkan bukti baru. Pihak berjanji akan membuat terang benderang perkara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu kapan KPK kembali memanggil Nurhadi ?
"Kan udah pernah dipanggil," pungkas Agus.
Nama Nurhadi menjadi dikenal publik, ketika KPK melalukan OTT Edy Nasution Panitera di PN Jakarta Pusat. Dalam perkara itu KPK menetapkan status saksi terhadap Nurhadi dan mencekalnya. Setelah Nurhadi diperiksa oleh KPK beberapa kali, ia kemudian mundur dari jabatan strategis Seketaris MA itu.
Sementara dalam proses persidangan tipikor, nama Nurhadi telah sering disebut. Terakhir ketika pemeriksaan saksk Kuzaeni, sopir Edy yang mengaku pernah dua kali mengantarkan majikannya ke rumah Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan.
Nama Nurhadi mulai menyorot perhatian publik saat menggelar perkawinan megah anaknya di Hotel Mulia, Senayan. Ia membagi-bagi iPod sebagai cindera mata. Saat rumahnya digeledah KPK, penyidik menemukan sejumlah uang di toilet rumah. (ed/asp)











































