DetikNews
Kamis 29 September 2016, 14:37 WIB

Buruh Minta Tax Amnesty Dicabut, ini Tanggapan Pemerintah

Ray Jordan - detikNews
Buruh Minta Tax Amnesty Dicabut, ini Tanggapan Pemerintah Foto: Buruh Tolak Tax Amnesty (Bartanius Dony A/detikcom)
Jakarta - Ribuan buruh berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, salah satu tuntutannya meminta agar kebijakan Tax Amnesty dicabut. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, sebenarnya kebijakan ini tidak ada kaitannya secara langsung terhadap upah para buruh.

Pramono menjelaskan, kebijakan pengampunan pajak ini memiliki banyak manfaat, terutama untuk ekonomi negara.

"Yang paling dirasakan pada saat ini, sederhananya kan begini. Satu, budget APBN yang kemarin sempat ada lubang, itu akan segera tertutupi, karena ada tambahan pendapatan dari pajak. Kedua, kita lihat hari ini currency kita menguat, dan itu artinya daya beli kita kuat," kata Pramono Anung di kantornya, Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).

Selain itu, lanjut Pramono Anung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia juga membaik berkat kebijakan Tax Amnesty ini. Kebijakan ini juga mendorong meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

"Dan yang lebih dari semua itu adalah trust, kepercayaan publik, kepercayaan dunia kepada Indonesia, dunia usaha itu, sekarang sangat deras sekali. Dan kami meyakini pasti akan ada capital inflow karena pemerintah bisa mengkonsolidasikan dengan baik hal itu," jelas Pramono Anung.

Lalu, bagaimana dengan permintaan para buruh agar kebijakan ini dicabut? Pramono menjelaskan, sebetulnya kebijakan ini tidak ada kaitannya secara langsung dengan upah para buruh.

"Ini masalah pemahaman saja. Karena mereka mungkin pemahaman, belum dijelaskan dengan baik. Sebenarnya ini enggak ada kaitannya secara langsung dengan upah buruh, enggak ada kaitannya sama sekali. Tax amnesty ini kan untuk bangsa, bukan hanya untuk pemerintah, bukan hanya untuk presiden, bukan hanya untuk menteri, tapi untuk rakyat Indonesia agar semakin baik," jelasnya.

"Ini sederhananya begini. Kalau sekarang mereka dulu taruh di luar, sekarang taruh di dalam, untuk kepentingan yang lebih baik, untuk kepentingan rakyat, masa salah sih?" tambah Pramono Anung.
(jor/bag)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed