"Kami ingin mempertahankan status quo pasca penangkapan di lokasi penangkapan dan rumah utama," ujar Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom di Padepokan Dimas Kanjeng, Kamis (29/9/2016).
Arman mengatakan sebanyak 160 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan setiap harinya. Ratusan personel itu terdiri dari 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Polda Jatim atau 100 personel dan 60 personel Polres Probolinggo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom |
Dua tenda besar juga didirikan untuk barak personel. Personel juga menempati tenda-tenda yang dulu ditempati oleh pengikut Dimas Kanjeng.
"Tidak hanya kami yang ada di padepokan, tapi juga instansi lain yang ada di pos pelayanan terpadu," kata Arman.
Instansi lain itu adalah TNI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
Setelah penangkapan, lokasi padepokan seluas 6 hektare itu memang tertutup untuk umum, bahkan polisi. Para pengikut Dimas Kanjeng menjaga ketat lokasi tersebut. Namun setelah portal di jalan masuk utama dibongkar yang disertai perlawanan oleh para pengikut, polisi bisa masuk dan secara perlahan instansi lain juga bisa masuk termasuk wartawan.
(iwd/try)












































Foto: Imam Wahyudiyanta/detikcom