"Kita monitor dan kemudian kalau ada yang berangkat kita tangkap," ujar Tito usai mengikuti Bakti Sosial Perpanjangan SIM Pembuatan e-KTP dan Akte Kelahiran di Rumah Susun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (29/9/2016).
Tito mengatakan pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tetap mengoptimalkan upaya pencegahan. Hal ini juga dilakukan dengan melibatkan pihak terkait lainnya.
"Kita lakukan bersama BNPT dan semua stakeholder lain untuk memberikan pencerahan masalah ideologi, kemudian masalah jaringan yang harus kita pantau dan kemudian kita lakukan pencerahan kepada mereka melibatkan semua stakeholder, baik pemerintah maupun masyarakat," imbuh dia.
(Baca juga: Densus Tangkap Abu Fauzan yang Berangkatkan WNI ke Suriah untuk Gabung ISIS)
Terkait upaya penindakan terhadap WNI yang hendak ke Suriah, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang berinisial AR alias Abu Fauzan di wilayah Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (28/9). AR merupakan fasilitator pemberangkatan sejumlah WNI ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok ISIS.
AR diketahui sudah empat kali memberangkatkan WNI ke Suriah dalam kurun 2015 hingga 2016. Puluhan WNI diduga sudah diberangkatkan AR ke Suriah. Dia juga memiliki keahlian dalam mempersiapkan, memberikan motivasi, dan pembekalan terhadap orang-orang yang akan diberangkatkan ke Suriah. (fdn/rvk)











































