"Jumat (30/9) besok, saya umumkan ketua timnya. Sudah diputuskan sama Ahok-Djarot dan kita-kita," kata politisi Partai Golkar, Nusron Wahid, saat berbincang, Kamis (29/9/2016).
Nusron sendiri sudah lengser dari posisi Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot. Sebagaimana diberitakan, pihak Ahok-Djarot membantah adanya perebutan kursi ketua timses itu, bantahan termasuk dari PDIP sebagai partai besar yang paling akhir mendukung Ahok-Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan tak hanya masalah ketua timses, struktur timses juga sudah ditentukan. Teman Ahok sebagai relawan awal juga masuk dalam struktur.
"Ada perwakilan Teman Ahok (masuk struktur). Teman Ahok menjalankan untuk mempertahankan basis satu juta KTP agar jadi pemilih," kata Nusron.
Selanjutnya, struktur tim pemenangan inilah yang akan didaftarkan ke KPU Provinsi DKI Jakarta. Nusron memastikan, struktur ini akan didaftarkan ke KPU DKI pada Senin (3/10) nanti.
Sebelumnya, Ahok pernah menyatakan bahwa politisi PDIP Jakarta, Prasetio Edi Marsudi bersedia menjadi Ketua Tim Pemenangan. Dia menyatakan tak ada ribut-ribut antarparpol soal penentuan jabatan timsesnya.
"Gampang. Bisa teman-teman yang putuskan. Si Pras (Prasetio Edi Marsudi) juga bersedia. Gampang lah. Terserah dari mana saja," kata Ahok di Kepulauan Seribu Jakarta, Selasa (27/9) kemarin. (dnu/hri)











































