"Sekarang ini di dunia media sosial sudah paham. Jadi ketika ada buzzer-buzzer yang perilakunya bermacam-macam, yang negatif, justru tidak akan berdampak positif, malah merugikan," kata Anies sesuai menghadiri HUT ke-50 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016).
"Jadi kita akan dorong selalu positif dan masyarakat bisa menilai dengan objektif," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan selalu kampanye positif. Karena pemilih Jakarta, mereka adalah pemilih cerdas dan akan membandingkan dengan baik. Mereka bukan hanya calonnya tapi mereka bisa membayangkan nuansa Ibu Kota seperti apa yang ingin mereka lihat lima tahun ke depan," tutur Anies.
"Jadi meskipun di media sosial berseliweran kabar, tapi kami percaya bila kita terus mengirim pesan yang positif dan konstruktif, maka kita akan buat suasana Pilkada ini suasana yang baik. Tanggung jawab kita disitu," tambahnya.
Sebelumnya pada Selasa (27/9), Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menghimbau kepada seluruh pasangan cagub-cawagub DKI untuk mendaftarkan akun resmi untuk keperluan kampanye. Akun medsos yang kampenye dengan mengedepankan isu SARA dan kontennya provokatif akan ditindak.
(dnu/dnu)











































