Dukung Ahok, Ruhut dan Hayono Isman Segera Disidang Partai Demokrat

Dukung Ahok, Ruhut dan Hayono Isman Segera Disidang Partai Demokrat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 28 Sep 2016 13:07 WIB
Dukung Ahok, Ruhut dan Hayono Isman Segera Disidang Partai Demokrat
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dukungan politisi Partai Demokrat (PD) Ruhut Sitompul dan Hayono Isman kepada petahana Basuki T Purnama (Ahok) berbuntut panjang. Keduanya akan segera dipanggil oleh Komisi Pengawas PD.

"Ruhut dan Isman sudah ditangani Komwas. Pemanggilannya belum, rencananya besok atau lusa diminta klarifikasinya," ungkap Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Ruhut sejak awal sudah menyatakan dukungannya untuk Ahok di Pilgub DKI. Sementara Hayono mendeklarasikan mendukung Ahok-Djarot tak lama setelah partainya itu secara resmi mengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas sikap 'mbalelo' keduanya, sejumlah kader PD pun merasa terusik. Beberapa bahkan ada yang secara implisit meminta Ruhut mundur dari Demokrat, termasuk Ketua Fraksi PD DPR Edhie Baskoro (Ibas).

"Masalah mundur atau tidak dikembalikan ke pribadi masing-masing. Melalui Komwas, pemanggilannya tadinya hari ini, tapi jadinya besok kalau nggak lusa. Akan dipersidangkan dan diberikan keputusan nantinya," sebut Agus.

"Contoh tindakan Komwas itu saat Ruhut diberhentikan jadi jubir Partai Demokrat. Itu mata runtut di Komwas. Nanti rekomendasi dari Komwas, akan diberikan ke Ketum yang akan memutuskan," imbuh Wakil Ketua DPR itu.

Hayono Isman (dok. detikcom)Hayono Isman (dok. detikcom)

Ruhut berkali-kali menyatakan sikapnya mendukung Ahok tak akan membuat dirinya dipecat dari Demokrat. Sebab Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono diklaim dapat memahami dirinya. Apakah benar SBY tak berani memecat Ruhut?

"Semua dengan mekanisme yang ada. Dibicarakan di Komwas dulu. Kecuali memang yang bersangkutan mau mengundurkan diri, itu secara pribadi," jawab Agus.

Agus pun mengingatkan kepada seluruh kader PD untuk menjalankan keputusan yang telah menjadi sikap resmi partai. Keputusan partai harus dijalani oleh semua kader termasuk yang ada di DPR.

"Hal yang berkaitan dengan keinginan kita, kawan, perseorangan, berada di tingkat bawah, (karena) yang tinggi politik. Dalam kehidupan politik, kepentingan pribadi berada di bawah. Dan kepentingan parpol yang utama," beber Agus.

"Yang bisa mengalahkan kepentingan parpol adalah kepentingan negara. Kita ikutin apa yang harus dikatakan parpol," tandas dia. (ear/tor)


Berita Terkait