LAPAN: Beberapa Hari ke Depan Akan Ada Lagi Sampah Antariksa yang Jatuh

LAPAN: Beberapa Hari ke Depan Akan Ada Lagi Sampah Antariksa yang Jatuh

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 28 Sep 2016 09:43 WIB
LAPAN: Beberapa Hari ke Depan Akan Ada Lagi Sampah Antariksa yang Jatuh
Ilustrasi: Tim LAPAN terjun meneliti serpihan sampah antariksa yang jatuh di perairan Sumenep. (Budi Sugiharto/detikcom)
Jakarta - Tiga tabung berukuran 1,5 meter dengan diameter 60 cm yang diduga bagian dari roket Falcon 9 asal Amerika Serikat, jatuh di kandang sapi dan tempat lain di Sumenep, Jawa Timur. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menilai akan ada benda serupa lagi yang akan jatuh dalam beberapa hari ke depan.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan, ada puluhan benda serpihan dari roket yang kini menjadi sampah antariksa. Lama kelamaan, sampah antariksa itu akan jatuh mengarah ke bumi.

"Kan sampah yang besar itu hampir 20 jumlahnya di antariksa, yang ukurannya lebih dari kepalan tangan. Perlahan dari sebagian sampah antariksa itu ada yang jatuh," kata Thomas saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thomas mengatakan, jatuhnya sampah antariksa itu ke bumi merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dikendalikan. LAPAN memperkirakan, akan ada sampah antariksa lagi yang jatuh ke bumi. Thomas mengatakan, benda yang akan jatuh itu diperkirakan bagian dari roket Delta 2, yang merupakan milik perusahaan swasta Amerika Serikat.

"Perlahan dari sebagian sampah antariksa itu ada yang jatuh. Kemarin itu ada yang dua kemungkinan jatuh. Tapi ternyata ada satu yang bertahan dan kemudian akan jatuh dalam beberapa hari ini. Dalam beberapa hari ini akan jatuh di suatu tempat yang tidak tahu di mana. Karena itu memang bisa diperkirakan," katanya.

Dikatakan Thomas, jika benda tersebut jatuh di malam hari, maka akan terlihat seperti bola api melintas di langit. "Kalau kejadiannya malam hari, orang bisa melihat ada bola api yang meluncur. Kejadian serupa ini pernah terjadi sekitar 1 tahun lalu di Brasil. Kejadiannya malam hari, jadi seperti bola api yang meluncur," jelas Thomas.

(jor/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads