Rangkaian Bantahan Jessica Wongso yang Tersudut Keterangan Saksi

Rangkaian Bantahan Jessica Wongso yang Tersudut Keterangan Saksi

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 28 Sep 2016 08:50 WIB
Rangkaian Bantahan Jessica Wongso yang Tersudut Keterangan Saksi
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Jessica Kumala Wongso merasa keterangan saksi-saksi dalam sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin sangat memberatkannya. Dia lalu melontarkan sejumlah bantahan keras.

Selama persidangan nan panjang, Jessica Wongso selalu tampak tegar dan tenang. Namun, ada satu kesempatan di mana Jessica Wongso terlihat menangis. Tepatnya ketika ahli kriminologi UI Ronny Nitibaskara memberi keterangannya pada 1 September 2016 lalu. Ronny adalah saksi ahli yang dihadirkan pihak jaksa penuntut umum.

Tidak diketahui jelas apa yang membuat Jessica Wongso menangis. Namun Ronny sempat mengatakan sifat Jessica antara lain emosional, tidak stabil, memiliki perasaan berubah-ubah, selalu ingin dicintai, dan pendendam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Jessica juga sempat beberapa kali memberi tanggapan maupun menyanggah saksi ahli maupun fakta yang dihadirkan jaksa.

Terbaru, Jessica Wongso membantah keterangan saksi rekan kerjanya dari Australia, Kristie Louise Charter. Jessica Wongso menyebut kesaksian Kristie bohong besar.

Begini bantahan Jessica Wongso:

1. Kristie 90 Persen Bohong!

Foto: Ari Saputra
Jessica menyatakan bahwa apa yang dikatakan Kristie 90 persen bohong.

"Kristie tidak religius sama sekali, dia tidak suka sama saya, disumpah atau tidak saya rasa (BAP Kristie) tidak ada artinya. Bisa saya bilang 90 persen yang dibilang di BAP orang tersebut adalah bohong," kata Jessica saat diminta memberi tanggapan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2016) dini hari.

Dalam BAP Kristie yang dibacakan jaksa antara lain menyebut bahwa Jessica memiliki 2 kepribadian berseberangan. Jessica bisa bersikap sangat manis, namun akan sangat marah jika tak berhasil mendapat perhatian yang dia inginkan.

Jessica dianggap Kristie sebagai seorang pembohong dan kerap mengada-ada untuk mencapai tujuannya. Selain itu, Kristie juga menyinggung bagaimana perilaku Jessica saat yang bersangkutan tengah mabuk. Disebutkan bahwa pernah satu saat Jessica memeluk Ben dalam keadaan mabuk.

"Mengenai kita pergi malam itu, saya bisa buktikan kalau jaksa mau mengeluarkan handphone saya di sini, yang mencium Ben itu dia bukan saya. Fotonya ada, Kristie, saya dan dia," ujar Jessica.

"Saya mohon dengan hormat, itu pernyataan yang diberikan di BAP tersebut, itu sangat subjektif yang mengenai saya. Saya tidak tahu apa yang dia dengar mengenai saya mengenai kasus ini. Keterangannya memberatkan saya terlalu parah. Itu semua bohong yang mulia. Terima kasih," tutupnya.

2. Jessica Suka Laki-laki Selamanya!

Foto: Ari Saputra
Jessica Wongso menegaskan dirinya bukan penyuka sesama jenis. Jessica mengungkapkan hal itu saat memberikan tanggapan atas keterangan saksi ahli Psikologi UI Prof Sarlito di ruang sidang.

"Keterangan ahli banyak yang tidak benar dan dapat saya pertegas lagi kalau saya hanya tertarik seksual dengan laki-laki, dulu, sekarang dan selamanya," kata Jessica di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Menurut Jessica, saat diperiksa ahli psikologi dan diminta menggambar di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, dia tidak tahu kalau pertanyaan yang diajukan adalah untuk mengarahkan dia menjadi seorang yang memiliki kelainan seksual.

"Waktu saya ditanya saya tidak mengerti, pikiran saya (menggambar) laki-laki. Saya tidak terpikir ini adalah pertanyaan menjebak. Saya pertegas saya tidak tertarik dengan wanita," ucap Jessica.

Saat memberikan keterangan dalam sidang sore ini, Prof Sarlito ditanya Hakim Binsar soal kemungkinan motif seseorang melakukan pembunuhan karena hubungan sejenis. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan Jessica memiliki kelaian seksual. Namun hal itu baru sebatas dugaan.

3. Bantah Riwayat Asma

Foto: Ari Saputra
Bersama Hani dan 2 orang lain, terdakwa Jessica Kumala Wongso ikut mengantar Wayan Mirna Salihin ke RS Abdi Waluyo. Saat tahu Mirna dinyatakan meninggal, Jessica sempat mengaku sesak nafas ke dokter yang bertugas yaitu dr Adrianto, salah satu dokter yang juga menangani Mirna.

"Waktu itu Jessica mengaku sesak. Waktu saya datang, saya tanya punya riwayat sakit apa. Mbak Jessica mengaku punya sakit asma yang riwayat dari ibunya," kata dr Adrianto saat bersaksi di persidangan di PN Jakpus, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2016).

Adrianto selanjutnya mempersilakan Jessica berbaring sekaligus memberinya oksigen. Ia kemudian menuturkan tak ada tanda-tanda jika Jessica mengalami asma saat itu.

"Saya suruh baring, saya kasih oksigen saya periksa, tapi kalau tanda-tanda asma ada mengi-nya, atau bunyi nafas. Asma khasnya seperti itu. Tidak ada (terdengar mengi)," ungkap Adrianto.

Di akhir persidangan, saat dimintai tanggapan, Jessica membantah pernah mengatakan bahwa asma yang dia derita merupakan riwayat dari ibunya.

"Mengenai saya menyebut riwayat ibu saya itu tidak benar," bantah Jessica.

Pengacara Jessica, Otto Hasibuan, mengatakan kliennya memang punya riwayat asma. Akan tetapi itu sudah lama sekali saat Jessica masih kecil.

"Dia bilang waktu itu, tapi sudah lama waktu kecil. Tapi dokter tadi mengatakan dia sesak. Bisa saja asmanya timbul bisa tidak. Namanya orang kaget, mendengar kabar orang meninggal pasti sesak nafas," ujar Otto usai persidangan.


Halaman 2 dari 4
(aan/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads