Kepala Seksi Pengawas Katering Dakker Makkah Evi Nuryana menerangkan, pada hari terakhir ini, jumlah jemaah yang akan dilayani konsumsinya ada 3.694 orang. Itu terdiri dari 9 kloter utuh dan satu kloter gabungan dari JKG 46, UPG 27, BTJ 009, dan LOP 011. Mereka akan dilayani oleh 8 perusahaan katering.
"Total boks dari 18 Agustus sampai dengan sore ini Selasa (27/9) sebanyak 3.749.476," kata Evi saat diwawancarai oleh tim Media Center Haji.
Dokumentasi Media Center Haji |
Perusahaan katering yang akan melayani jemaah di hari terakhir adalah Jauharat Asia, Tamkin Gadrah, Al Ahmadi, Ragaib, Dhuyuf Al Sharq, Al Zad, Nabta dan Al Salimi. Mereka akan membuat menu makan siang ayam siram saus asam manis, ikan goreng, dan tumis buncis serta buah jeruk. Ada pun menu makan malamnya adalah: tongseng sapi, ayam teriyaki, acar kuning wortel timun tanpa cuka dan buah apel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sidak pelayanan katering untuk jemaah haji (Dok. Media Center Haji) |
Sejauh ini, layanan katering secara umum berjalan lancar. Ada beberapa masukan dari jemaah soal menu, terutama sambal yang kurang pedas. Namun ini persoalan selera, sehingga memang sulit untuk mengakomodir seluruhnya.
Meski begitu, tim akan berusaha memperbaiki menu dari sisi rasa dalam pelaksanaan haji ke depan. Selain itu, untuk tahun ini akan dinilai perusahaan katering mana saja dengan pelayanan terbaik. Mereka akan diberi apresiasi dan kepastian kontrak di musim haji berikutnya.
"InsyaAllah hasil penilaian kinerja akan disampaikan ke seluruh perusahaan katering dalam pertemuan akhir," kata Evi.
Tim pengawas katering tahun ini terdiri dari 12 orang. Mereka terdiri unsur Kemenag, para pakar tata boga dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, sampai tenaga musiman dan driver. Selain Evi, ada Mandraditya Kusuma Putra, Anwari Masatip, Riki Rahdiwansyah, Dhony Yusuf Amier, Saripudin, Sukaidi (administrasi), Roslina (administrasi), Indra Wiguna (Temus), Hasan Supardi (Temus), Enjang (driver), dan Yasin (driver).
Sidak pelayanan katering untuk jemaah haji (Dok. Media Center Haji) |
Semua bekerja setiap hari untuk memantau layanan katering dari perusahaan ke jemaah. Tak jarang, mereka melakukan sidak ke dapur dan merespons cepat semua laporan yang berhubungan dengan keluhan jemaah. Tim bekerja mulai dari persiapan dapur, di puncak Armina, sampai selesai menjelang kepulangan jemaah haji.
"Kita dari awal harus ada koordinasi satu dengan yang lain. Kalau ada yang berhalangan pagi, mereka saling tukar saja. Ini berjalan. Kalau ada yang kurang enak badan satu dengan yang lain saling bantu. Apalagi mereka dosen profesional sehingga tidak diragukan lagi," papar Evi.
Tantangan terberat tim katering saat ini adalah ketika puncak Armina. Tim harus mengawasi proses produksi dan distribusi. Padahal di sisi lain, kondisi jalanan yang sangat macet dan ditutup. Jemaah pun sudah butuh makan. Lauknya pun terbatas.
Sidak pelayanan katering untuk jemaah haji (Dok. Media Center Haji) |
"Ya itu karena keterbatasan bahan baku. Kecuali kalau ada tempe dalam jumlah yang banyak kita bisa masak. Karena keterbatasan itu yang kadang susah," terangnya.
Meski begitu, upaya perbaikan akan terus dilakukan. Layanan katering Makkah baru dua tahun ini berjalan. Sebelumnya, pelayanan konsumsi bagi jemaah hanya diberikan satu kali selama 12 hari. Saat ini, makanan diberikan 2 kali selama 12 hari.
(mad/jor)












































Dokumentasi Media Center Haji
Sidak pelayanan katering untuk jemaah haji (Dok. Media Center Haji)
Sidak pelayanan katering untuk jemaah haji (Dok. Media Center Haji)
Sidak pelayanan katering untuk jemaah haji (Dok. Media Center Haji)