Lantik Pengurus Purwakarta, Dedi Mulyadi Serukan Golkar Jadi Partai Kekeluargaan

Lantik Pengurus Purwakarta, Dedi Mulyadi Serukan Golkar Jadi Partai Kekeluargaan

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 28 Sep 2016 02:06 WIB
Lantik Pengurus Purwakarta, Dedi Mulyadi Serukan Golkar Jadi Partai Kekeluargaan
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Sejak dilantik sebagai Ketua DPD I Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, mulai merombak kebiasaan partai dari mulai seragam, gaya pelantikan, hingga pada kebijakan-kebijakan.

Kali pertama dilantik pada 1 Juni 2016, Dedi memakai pakaian pangsi yang menjadi ciri khasnya ketika menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Bedanya, setiap baju diberi strip berwarna kuning dan di dada sebelah kanan bertuliskan 'Golkar Ngahiji Jabar Kahiji'. Dan kini baju tersebut pun mengakar pada kader-kader di Jabar, dan iket sebagai pelengkap aksesoris di kepala.

Selain itu gaya pelantikan pun diubah dari acara ceremonial di gedung atau hotel mewah, menjadi di tempat-tempat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti memberi bantuan pengobatan dan juga membangun Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti pelantikan Ketua dan Pengurus DPD II Golkar Kabupaten Purwakarta. Dedi melantik mereka di rumah Mak Odah di Kampung Sindangsari, Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Rumah tersebut awalnya tak layak huni dan kini telah disulap menjadi kokoh dengan arsitektur khas Sunda, Julang Ngapak.

"Mulai saat ini Golkar Jabar merubah diri. Kita meninggalkan gaya menghabiskan uang untuk biaya hotel dan gedung. Tapi kita mulai pelantikan dengan satu kebaikan. Seperti sekarang membuat rumah Mak Odah jadi bagus," jelas Dedi saat memberi sambutan dalam acara pelantikan, Selasa (27/9/2016).

Dalam kesempatan itu, Dedi pun menjelaskan paradigma baru yang akan diterapkan olehnya. Yakni Partai Golkar akan menggunakan hal yang bersifat sistematis dan bukan lagi berbau politis sehingga objektif.

"Partai Golkar Jabar sekarang sistemnya kompetisi. Siapa pun mendapatkan hak yang sama tidak ada unsur politik. Kita jadikan partai ini sebagai partai yang dipenuhi orang-orang cerdas. Sehingga suara di pemilu depan kita harus naik," katanya.

Dedi juga mengungkapkan, meski serba sistematis namun dari segi sikap Golkar Jabar akan menerapkan kekeluargaan. Dalam hal ini tidak ada unsur politik yang dibicarakan dalam setiap pertemuan, namun lebih pada kedekatan antar kader sehingga tercipta gagasan baru untuk kehidupan masyarakat.

"Politik itu sudah ada sistem yang mengatur, jaman sekarang sudah komputerisasi. Lebih baik Golkar menjadi partai yang kekeluargaan. Setiap kumpul kita bicarakan siapa warga yang sakit, apa yang dibutuhkan warga, gagasan apa yang bisa bermanfaat buat warga, bagaimana kondisi keluarga di rumah. Karena sejak dulu kelemahan Golkar adalah dari sisi kekeluargaan yang lemah. Sehingga saling menjatuhkan," beber Dedi.

"Politik urang mah teu mandang eta kader partai naon, simpatisan partai naon, atau eta rakyat saha. Urang kabeh sadudulur, keluarga. (Politik kita sekarang tidak memandang dia kader partai apa, simpatisan partai apa, atau itu rakyat siapa. Kita semua saudara, keluarga)," beber Dedi kembali.

Di akhir sambutannya, Dedi berpesan pada Ketua DPD II Golkar Kabupaten Purwakarta, Syarif Hidayat, agar tidak selalu menggantungkan diri padanya. Pasalnya saat ini fokus Dedi bukan lagi mengurus partai di Kabupaten Purwakarta namun seluruh kabupaten/kota di Jabar.

Sebagai simbolisasi pelantikan, ketua mau pun pengurus yang berjumlah sekira 100 orang itu sungkem dan berlutut pada Mak Odah untuk meminta doa restu menjalankan partai berlambang beringin itu selama lima tahun ke depan.

(jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads