Meski hanya terjadi dalam sekejap, angin puting beliung ini merusak beberapa atap rumah warga. Menurut salah satu korban, Saikoni, atap-atap seng itu tiba-tiba terangkat naik dan terlempar oleh angin. Suara gemuruh atap seng yang berhamburan membuat para penghuni di dalamnya kaget dan panik. Namun tak lama kemudian angin tersebut berhenti.
Foto: Kerusakan di Pangkalpinang akibat puting beliung (Khafifah/detikcom) |
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," kata Saikoni yang tinggal di Gang Pelita, Kecamatan Tamansari, Pangkalpinang, Selasa (27/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kerusakan di Pangkalpinang akibat puting beliung (Khafifah/detikcom) |
Merespon bencana tersebut, pihak Dinsos memberikan bantuan tanggap darurat melalui program Senyum Pangkalpinang. Program ini memang dikhususkan untuk warga yang tertimpa bencana.
"Kami bantu tanggap daruratnya dengan menutup atap menggunakan terpal," kata Mikron.
Mengingat saat ini musim hujan, atap rumah warga harus segera ditutup. Tim Tagana langsung menutup atap-atap seng yang jebol itu dengan menggunakan terpal warna biru sebagai langkah darurat.
Foto: Pemeriksaan rumah dan panti asuhan yang rusak (Khafifah/detikcom) |
"Untuk jaminan hidupnya dibantu oleh BPBD. Termasuk beli bahan material bangunan juga," ujar Mikron.
Mikron memastikan, para korban puting beliung itu dapat beraktifitas kembali dengan normal. Wakil Wali Kota Pangkalpinang M Sopian juga telah mengecek kondisi para korban itu. Dia mengimbau agar para warga berhati-hati dan tidak panik jika terjadi bencana. (kff/hri)












































Foto: Kerusakan di Pangkalpinang akibat puting beliung (Khafifah/detikcom)
Foto: Kerusakan di Pangkalpinang akibat puting beliung (Khafifah/detikcom)
Foto: Pemeriksaan rumah dan panti asuhan yang rusak (Khafifah/detikcom)