DetikNews
Selasa 27 September 2016, 15:43 WIB

SPG yang Rekam dan Sebarkan Film 'Warkop DKI' Tak Ditahan

Mei Amelia R - detikNews
SPG yang Rekam dan Sebarkan Film Warkop DKI Tak Ditahan Foto: Warkop DKI Reborn/Falcon Pictures
Jakarta - PL (31) sales promotion girl (SPG) yang merekam dan menyebarkan film 'Warkop DKI Reborn' melalui akun Bigo Live tidak ditahan polisi. Meski begitu, proses hukum terhadap PL tetap berlanjut.

"Untuk pelakunya tidak dilakukan penahanan dengan pertimbangan pidananya masih bisa diproses. Tersangka wajib lapor," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Fadil mengatakan, petimbangan penyidik tidak melakukan penahanan karena PL bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Di samping itu, PL telah mengakui salah dan meminta maaf ke pihak PT Falcon Pictures selaku pemegang hak cipta.

"Kita mempertimbangkan (tidak ditahan) yang bersangkutan kooperatif, tidak mengulangi perbuatannya dan tidak menghilangkan barang bukti dan hari ini pelaku meminta maaf. Untuk proses hukum selanjutnya tetap akan kita lakukan," jelas Fadil.

PL ditangkap di rumahnya di kawasan Jakarta pada Senin (27/9) malam. Polisi menyita satu unit telepon merek Oppo yang digunakan oleh PL untuk merekam dan menyiarkan film 'Warkop DKI Reborn' secara live di Bigo.

"Yang bersangkutan merekam selama film tersebut diputar saat dirinya menonton film tersebut di bioskop di Mal Ambarukmo Plaza, Yogyakarta," lanjut Fadil.

Polisi menangkap PL setelah menerima laporan dari PT Falcon Pictures yang merasa dirugikan atas pembajakan film tersebut. "Ini adalah upaya kami untuk melindungi insan-insan perfilman Indonesia agar karyanya mendapat apresiasi dari publik apalagi ini film legendaris yang lahir kembali," sambung Fadil.

PL mengaku hanya iseng. "Motif pelaku masih didalami. Menurut dia iseng saja, tapi kami dalami apakah yang bersangkutan mendapatkan keuntungan secara ekonomi atau keuntungan lain atas tindakan yang dilakukannya," lanjut Fadil.

Sementara itu, Lidya Wongso Negoro selaku pengacara pihak Falcon mengapresiasi upaya polisi yang telah menangkap pelaku. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembajakan film yang akan merugikan dunia perfilman Indonesia.

"Polisi punya alat sangat canggih, kalau kita lapor akan gampang sekali terlacak. Kami dari Falcon ingin mengedukasi, tolong hargai karya anak Indonesia. Ke depan asosiasi film akan bekerja sama dengan Polri untuk mengantisipsi hal ini," terang Lidya.

"Jadi tolong jangan dilakukan lagi, karena ancamannya cukup tinggi," tambah Lidya.

Lebih lanjut, Lidya mengatakan bahwa perbuatan pelaku telah merugikan PT Falcon Pictures. "Kalau tidak ada pembajakan itu, mungkin penonton kita sudah lebih dari 6 juta," cetusnya.

Lidya menambahkan, PL telah meminta maaf atas perbuatannya itu. Tetapi Falcon tidak akan mencabut laporan di polisi. "Tidak dicabut, jalan terus," imbuhnya.
(mei/hri)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed