Pelantikan Adies dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di ruang MKD, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pergantian ini karena ada usulan dari Fraksi Golkar untuk mengganti anggotanya, Lily Asdjudiredja yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua MKD.
"Itu cuma Golkar ganti orang. Itu usulan dari Golkar. Formasi MKD tetap Ketua Pak Dasco, wakil Hamka Haq, Pak Sudding, dan Adies Kadier menggantikan pak Lili," ungkap Fahri usai pelantikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini sempat dipermasalahkan oleh PKS karena merasa Kursi Ketua MKD merupakan jatah mereka. Namun posisinya digantikan oleh Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Gerindra. Lalu wakilnya adalah Syarifuddin Sudding dari F Hanura, Hamka Haq dari F PDIP dan Lili Asdjudiredja dari F Golkar yang kini digantikan oleh Adies Kadier.
"Jadi dalam prisnsip perubahan pimpinan di seluruh AKD. Beda MD3 yang lama dengan yang baru, kalau yang lama itu dia penjatahan. Partai nomor satu dapat ketua, partai nomor dua dapat wakil. Itu rezim lama, nah rezim baru ini prinsipnya ini kesepakatan, kolektif kolegial," terang Fahri.
"Kalau dia disepakati jalan. Makanya pertanyaan paling penting apakah dia disetujui, setuju, tok (disepakati)," imbuhnya.
Pergantian Adies ini pun disebut Fahri disepakati semua anggota MKD. Dengan demikian pelantikan langsung dilakukan. Penetapan pimpinan baru MKD berlangsung cepat.
"Tadi pergantian dari Pak Lili kepada pak Adies langsung aja berjalan begitu karena disetujui oleh semua fraksi," jelas Fahri.
Usai pelantikan wakil ketua baru, pimpinan MKD langsung mengadakan rapat. Rapat digelar secara tertutup. (ear/erd)











































