Belitung - Pemerintah Kabupaten Belitung serius untuk meningkatkan potensi wisata berbasis pertanian sebagai program pemberdayaan ekonomi berbasis kemasyarakatan. Garuda Indonesia digandeng dalam kegiatan yang bertemakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) ini.
"Petani, mereka butuh akan ilmu-ilmu terhadap lada ataukah nanas. Nanas kita makin tahun makin mengecil, ini menjadi masalah. Karena wisata tidak harus melihat alam. Banyak pula wisatawan menuju Belitung untuk mencari lada," ujar Wakil Bupati Kabupaten Belitung Erwandi A. Rani di desa Badau, Tanjung Pandan, Belitung, Selasa (27/92016).
Petani setempat diberdayakan melalui berbagai program untuk dapat bersaing di pasar dan juga tentunya menarik wisatawan. Menurut Erwandi, setelah era Timah mulai kehilangan pamor karena sudah susah didapatkan. Masyarakat harus berupaya untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka melalui pertanian berbasis agrowisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu masyarakat tergantung dengan timah. Hingga lada dan nanas sempat terpinggirkan. Kami ingin menggalakkan kembali program agrowisata ini," urai Erwandi.
Agrowisata ini berada di Desa Badau. Letaknya masuk dekat dengan perkampungan warga.
Banyak wisatawan yang berlibur mencari lada karena belum pernah tahu bagaimana bentuk dari pohon lada tersebut
Wisatawan yang ingin menuju ke sana dapat melihat secara langsung bagaimana proses penanaman hingga panen.
Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Sari Suharso menyatakan pihaknya akan mendukung penuh program ini. Dukungan diberikan dengan program pelatihan kepada masyarakat.
Dengan luas lahan budidaya tani yang mencapai lebih dari 5000 hektar di Belitung ini. Pengembangan agrowisata budi daya tanaman lada, Nenas, dan Produk UKM akan dikejakan secara serius agar dapat meningkatkan potensi pereknomian masyarakat di Kabupaten Belitung.
(fjp/fjp)