DetikNews
Selasa 27 September 2016, 12:50 WIB

Serba-serbi Roket Falcon 9 yang Serpihannya Diduga Jatuh di Sumenep

Nograhany Widhi K - detikNews
Serba-serbi Roket Falcon 9 yang Serpihannya Diduga Jatuh di Sumenep Foto: Roket Falcon 9 (Foto: SpaceX)
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menduga kuat serpihan benda aneh yang ada di Sumenep merupakan bagian roket Falcon 9. Seperti apa roket itu?

Falcon X merupakan roket yang diproduksi oleh SpaceX, perusahaan milik pengusaha teknologi Elon Musk, yang juga pendiri Tesla Motor, Paypal dan Zip2 Corporation.

Dalam situs Space X, Falcon 9 merupakan roket peluncur dua tingkat, yang dipuncaki dengan kapsul bertekanan sebagai ruang kargo pembawa barang, bernama Dragon Spacecraft. Kapsul ini di masa depan bisa difungsikan membawa astronot.

Tinggi total Falcon 9 ini mencapai 70 meter dengan diameter 3,6 meter plus tinggi Dragon Spacecraft mencapai 5,2 meter. Roket Falcon 9 memiliki 2 tingkat yang memuat bahan bakar oksigen cair (LOX/Liquid Oxygen) dan kerosin (BBM).

(SpaceX)(SpaceX)


Roket Falcon 9 ada 2 tingkat, plus 1 interstage atau ruangan penghubung tingkat satu dan tingkat dua. Roket Falcon 9 ini terbuat dari material aluminium lithium.

Di tingkat pertama (First Stage), yang paling bawah, ada bagian Merlin Engine. Merlin Engine ini berupa lubang pembakaran. Ada 9 lubang Merline Engine di bagian bawah Falcon 9. Fungsi Merlin Engine engine ini adalah membakar oksigen cair dan kerosin roket. Satu lubang Merlin Engine bisa memiliki daya dorong 845 kilonewton (KN) saat lepas landas, dan bisa meningkat mencapai 914 KN saat melesat keluar dari atmosfer Bumi. Untuk diketahui 1 KN setara dengan 102 kg.

Merlin Engine (Space X)Merlin Engine (Space X)


Rasio daya dorong berbanding berat dari 1 Merlin Engine adalah 150, membuat Merlin Engine menjadi mesin pendorong yang paling efisien yang pernah dibangun. Di Falcon 9, Merlin Engine disusun Octaweb, 8 lubang Merlin Engine mengelilingi 1 lubang Merlin Engine di dalam.

Octaweb Merlin Engine (Space X)Octaweb Merlin Engine (Space X)


Di atas Merlin Engine, ada bagian Landing Legs, kaki pendarat yang bertugas setelah pemisahan roket, memungkinkan roket bisa kembali ke Bumi dengan mulus. Landing Legs ini dibuat dari serat karbon dengan aluminium. Landing Legs ini ditempatkan simetris di tingkat pertama, bisa memanjang keluar dan ke bawah untuk mendarat.

Landing Legs (Space X)Landing Legs (Space X)


Di atasnya ada tangki bahan bakar oksigen cair dan kerosin roket, yang dibuat dari aluminium-lithium yang diselaput kubah aluminium. Waktu pembakaran dari roket tingkat pertama berisi 9 Merlin Engine adalah 162 detik, dengan daya dorong di atas permukaan laut mencapai 7.607 KN (1 KN = 102 kg) dan di ruang hampa udara daya dorongnya mencapai 8.227 KN.

Tabung bahan bakar Roket Falcon 9 (Foto: SpaceX)Tabung bahan bakar Roket Falcon 9 (Foto: SpaceX)


Di atas tingkat pertama ada segmen bernama Interstage, struktur komposit yang menghubungkan roket tingkat pertama dan tingkat kedua (Second Stage). Interstage ini berperan menahan dan memisahkan kedua bagian roket, berisi Merlin Vaccuum Engine tunggal. Di atas Interstage adalah tingkat kedua. Tingkat kedua ini berisi tabung bahan bakar oksigen cair dan tabung kerosin roket.

Bagian Interstage dan Second Stage ini bekerja setelah roket memisahkan diri dari First Stage. Waktu pembakaran Second Stage ini 397 detik dengan daya dorong 934 KN (1 KN = 102 kg). Second Stage ini berperan mengantar Dragon Spacecraft ke posisi orbit yang telah ditentukan.

Di atas Second Stage ada bagian yang disebut Dragon Trunk dan Dragon Spacecraft. Ini adalah bagian pembawa cargo. Berat keduanya saat diluncurkan bisa mencapai 6.000 kg atau 6 ton, dengan volume 25 meter kubik. Sedangkan berat kosong kembali adalah 3.000 kg atau 3 ton dengan volume 11 meter kubik.

Falcon 9 ini merupakan roket buatan SpaceX generasi terbaru yang mulai digunakan sejak 2010. Generasi pertama adalah Falcon 1 yang mulai digunakan tahun 2006-2009.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut benda yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur adalah tabung bahan bakar roket Falcon 9. Saat tabung bahan bakar tersebut jatuh, roket sedang membawa sebuah satelit menuju ke orbitnya.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa roket Falcon 9 diluncurkan pada 14 Agustus 2016 lalu dari stasiun angkatan udara Cape Canaveral di negara bagian Florida, Amerika Serikat. Roket tersebut membawa satelit komunikasi JCSAT 16 milik perusahaan SKY Perfect JSAT Group. Rencananya roket tersebut akan membawa satelit hingga orbit transfer 34.000 kilometer.

Berdasarkan foto dari LAPAN, terlihat bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang dilalui lintasan orbit dari roket Falcon 9. Selain Indonesia, negara lain yang juga menjadi lintasan orbit tersebut adalah Papua Nugini dan bagian utara Australia.

Dalam catatan SpaceX, memang ada peluncuran SKY PERFECT JSAT CORPORATION (JAPAN) pada 14 Agustus 2016 lalu, dengan roket Falcon 9 saja, minus Dragon Spacecraft. Belum ada komentar dari pihak SpaceX tentang serpihan ini.
(nwk/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed