Sutiyoso Minta Semua Taksi Naikkan Tarif
Kamis, 31 Mar 2005 13:12 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso meminta seluruh sopir taksi menaikkan tarif per 1 April 2005 menyusul tindakan sebagian operator taksi yang memutuskan tidak menaikkan tarif."Semuanya sudah rata satu April harus berjalan," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kepada detikcom di gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2005).Sebagian operator taksi seperti taksi Putra yang salah satu bosnya Sarwono, anggota DPD RI memutuskan akan tetap memberlakukan tarif lama yakni buka pintu pertama (flag fall) Rp 3.000. Tarif per kilometer Rp 1.300 dan tarif tunggu Rp 13 ribu/jam. Padahal, tarif baru masing-masing menjadi Rp 4.000, Rp 1.800/km dan Rp 18 ribu/jam. "Ya begini ya, saya bukan ngurus sopir saja saya juga ngurus masyarakat dan pengusaha. Jadi apa yang kita lakukan adalah keadilan. Tidak bisa masing-masing pihak mau bergerak dan menentukan sikap sendiri-sendiri kan nggak mungkin. Kalau sikap pemerintah kan harus ditengah-tengah mengakomodir semua kepentingan," ungkap dia.Ketika ditanya alasan tidak ditentukan harga batas atas dan bawah karena tidak semua armada baru dan bagus, Sutiyoso mengimbau agar semua pengusaha taksi harus meningkatkan pelayanan."Ya itu untuk mencegah ketimpangsiuran di lapangan dan mereka harus melakukan peningkatan pelayanan setelah dinaikkan. Mobil yang sudah tua seharusnya diganti. Kita anjurkan, tidak kita paksa. Tetapi, di dalam SK gubernur disebutkan di situ agar mereka mengganti atau meremajakan secara bertahap," demikian Sutiyoso.
(aan/)











































