Rapat digelar pada Senin (26/9/2016) malam di kantor Muassasah Asia Tenggara, Makkah. Direktur Pelayanan Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sri Ilham Lubis usai rapat mengatakan, rapat evaluasi awal ini dibuka dengan memberikan apresiasi pada Muassasah atas peningkatan pelayanan tahun ini selama periode Armina (Arafah-Mina).
"Pertama, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak muassasah yang pada tahun ini telah banyak melakukan peningkatan pelayanan. Misalnya, di Arafah kami diberikan tenda tambahan untuk pos petugas dan juga untuk pelayanan kesehatan. Kami lihat tahun ini tenda kualitasnya lebih baik dari tahun lalu, karpet lebih baik, kebersihan juga lebih bersih. Kami lihat di toilet juga lebih bersih," papar Sri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejumlah catatan juga disampaikan oleh PPIH. Sri berharap, tenda di Arafah ditingkatkan kualitasnya lagi. Sebagian tenda ada yang tak berpenutup. Kerangkanya juga diminta lebih kokoh sehingga mampu menahan angin kencang.
"Kami juga meminta agar penerangan ditambah. Sebab, di beberapa maktab ada yang listriknya kurang memadai sehingga penerangan menjadi lemah, mati lampu, kami minta supaya ini diantisipasi," tambahnya.
Sri berharap, tiga hari sebelum puncak haji, uji coba listrik sudah bisa digelar. Sebelumnya, listrik diuji coba satu hari menjelang wukuf di Arafah.
Catatan lain yang cukup penting adalah ketersediaan kursi roda di Mina. PPIH berharpa ada pengaturan harga dan terstandar sehingga jemaah yang membutuhkan bisa dilayani dengan baik.
Pihak Muassasah yang diwakili oleh wakil ketua, Yusuf Jaham, mengatakan tahun ini penyelenggaraan haji berjalan sukses. Terkait catatan, mereka berjanji akan memperbaiki pelayanan dan berharap permasalahan yang ada tidak terulang lagi.
"Terima kasih atas kerja sama dengan misi haji Indoensia sehingga haji ini terselenggara dengan baik," ucapnya.
(mad/aan)











































