Jadilah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang berada di dua kubu berseberangan pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
2014 lalu bersatu maju di Pilgub DKI yang akan digelar pada 15 Februari 2017 nanti. Seperti diketahui, di Pilpres 2014 lalu Anies Baswedan adalah juru bicara pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla.
Setelah Jokowi-JK dinyatakan sebagai pemenang, Anies kemudian dipercaya menjadi salah satu deputi tim transisi yang menyusun format kabinet untuk 2014-2019. Anies yang mantan Rektor Universitas Paramadina itu lantas didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan setelah Jokowi-JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga di Pilpres 2014 lalu menjadi juru bicara untuk pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang dikalahkan duet Jokowi-JK. Saat itu Anies dan Sandi menjadi ujung tombak kedua pasangan. Tak jarang mereka saling melempar dan menangkis serangan.
Bahkan Sandiaga memiliki kenangan khusus bersama Anies di Pilpres 2014 lalu. Saat itu mereka berdebat di televisi untuk mengkampanyekan calon masing-masing, Sandi membela Prabowo-Hatta dan Anies mendukung Jokowi-JK.
Kini semua itu sudah berlalu. Sandiaga mengajak semua masyarakat menatap masa depan Jakarta yang lebih baik. Bersatunya mantan juru bicara dua pasangan Capres dan Cawapres yang sempat bertanding, kata Sandi, adalah jembatan menuju persatuan untuk membangun Jakarta.
"Ini jembatan, ini juru bicara Prabowo dan juru bicara Jokowi bersatu untuk membangun masa depan Jakarta. Mari lupakan masa lalu untuk menatap masa depan. Demi masyarakat Jakarta, demi masa depan Jakarta yang lebih baik," kata Sandiaga saat berbincang dengan detikcom, Selasa (27/9/2016).
Anies dan Sandi dua orang yang dulu sempat berseteru karena berada di dua kubu yang berlawanan kini bersatu memperebutkan kursi DKI 1 dan DKI 2. (erd/van)











































