"Setelah saya baca detikcom kemarin di mobil dalam perjalanan ke Bogor, saya instruksikan anak buah saya dua orang untuk cari Amat dan bapaknya ke Stasiun Cikini," ucap Koordinator Relawan Buruh Sahabat Jokowi Andi Gani saat dikonfirmasi, Selasa (27/9/2016).
Di Stasiun Cikini, kedua relawan itu sempat tak menemukan Amat dan ayahnya karena sedang keliling cari penumpang, sampai akhirnya bertemu. Setelah memperkenalkan diri, dua orang relawan itu menawarkan agar Amat dan bapaknya tinggal di kontrakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Cerita tentang Semangat Belajar Amat yang 11 Tahun Hidup di Bajaj
Soal keluarga besar yang ternyata masih ada itu, Riwayudin tak memberikan penjelasan rinci. Namun kepada relawan, Riwayudin mengatakan keluarga besarnya itu bisa bersama anaknya jika sang ayah sedang cari penumpang.
"Mereka nggak mau terlalu banyak menyampaikan, yang penting bahagia anaknya lihat dan bisa tidur di kasur setelah 11 tahun. Itu yang agak menyedihkan," tutur Andi.
"Jadi sangat tragis ada anak sekolah 11 tahun, pulang sekolah di bajaj dan bapaknya tidur sambil duduk di bangku kemudi karena belakang untuk baju dan lain-lain," lanjutnya.
Atas bantuan itu untuk sementara setahun ke depan, Amat dan bapaknya tak perlu lagi meringkuk tidur di samping kemudi bajaj. Tak hanya itu, relawan juga akan bantu untuk keperluan sekolah Amat.
"Kita bayar kontrakan selama setahun, dan kita akan bantu untuk sekolahnya. Siang ini teman-teman relawan buruh sahabat Jokowi juga akan ketemu mereka lagi untuk berikan uang sekolah, tas dan baju," ucap Andi.
Untuk diketahui, relawan Jokowi adalah mereka yang ikut mengkampanyekan Jokowi saat Pilpres 2014 lalu. Meski sudah lama berlalu, namun kelompok-kelompok relawan dari berbagai golongan ini masih aktif. Terakhir mereka mengundang Presiden Jokowi dalam silatnas tanggal 24 Juni lalu yang dihadiri lebih dari 3.000 relawan. (bal/imk)










































