Bupati Anas 'Dinasihati' Pedagang: Hari Baik Bangun Pasar itu Senin Pahing Pak

Bupati Anas 'Dinasihati' Pedagang: Hari Baik Bangun Pasar itu Senin Pahing Pak

Putri Akmal - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 23:34 WIB
Bupati Anas Dinasihati Pedagang: Hari Baik Bangun Pasar itu Senin Pahing Pak
Para pedagang berdiskusi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membahas rencana pembangunan pasar induk Blambangan, Senin (26/9/2016). Foto: Putri Akmal/detikcom
Banyuwangi - Ada saja ungkapan lucu dan unek-unek para pedagang di Pasar Induk Blambangan saat berbincang dengan Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas. Bicara santai dengan Anas, para pedagang meluapkan curahan hati keresahan atas rencana pembangunan pasar.

Para pedagang yang mayoritas berlogat khas Madura dan Jawa itu saling bersahutan 'berebut' bicara di hadapan Anas. Mulai dari keresahan terhadap rentenir, pembagian kios pasar hingga ungkapan rasa senang bertemu langsung bupati.

Ada satu saran khusus yang memancing gelak tawa Anas dan seluruh pedagang yang terlibat dialog di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Adalah Misniati, ibu paruh baya yang mengajarkan Anas cara menghitung hari baik untuk memulai pembangunan Pasar Induk Blambangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misniati ingin Anas lebih dulu 'melihat' hari baik agar proses pembangunan pasar bisa berjalan tanpa hambatan.

"Ini apa masih lama pembangunannya? Kalau dihitung itu, hari baiknya Senin Pahing atau Sabtu Pahing. Itu penting Pak untuk pembangunan pasar, supaya lancar. Tolong itu benar-benar diperhatikan Pak Bupati," tutur Misniati ketika berdilaog dengan Anas di pendopo, Senin (26/9/2016) malam.

Sambil tersenyum, Anas menyimak saran Misniati. Bagi Anas, saran 'menghitung' hari baik perlu dipertimbangkan di antara sederet saran yang ditawarkan para pedagang.

"Iya bu, nanti kita pikirkan itu sambil mencari jalan tengah. Tapi masa nanti kita mau lelang pekerjaan juga harus menunggu hari baik juga bu? Kan repot ini jadinya," timpal Anas tertawa yang lantas membuat riuh para pedagang yang hadir.

Tak hanya Misniati, salah satu pedagang pasar lainnya Abdus Salam juga mengutarakan kegelisahannya ketika para pedagang pasar dililit oleh manisnya iming-iming rentenir dan tengkulak.

Karena keterbatasan modal, para pedagang menurut Abdus mau tak mau memilih meminjam uang pada rentenir.

"Rentenir itu Pak, merajalela. Tapi ya gimana, kita masih terbatas," ujarnya.

Pembangunan Pasar Blambangan rencananya dilakukan dengan merombak lebih dulu kawasan pasar di sisi utara dan selatan. Ada sekitar 1.500 lapak dan kios yang disiapkan dengan desain yang ditawarkan kepada para pedagang pasar.

Desain yang dipaparkan di depan ratusan pedagang pun boleh ditolak jika mereka merasa tak cocok. Hingga akhir tahun 2016 mendatang, para pedagang juga diminta saling berunding untuk menata lapak dan menentukan jumlah lantai bangunan pasar tersebut.

"Kami tadi itu sosialisasi sambil menawarkan design. Gambar itupun boleh di tolak karena ini hanya konsep. Saya minta mereka saling menata sendiri, berapa lantai itu akan dibangun, lapak basah dimana, kering dimana. Biar pedagang sendiri yang menata. Karena ini untuk rakyat juga," ujar Anas. (fdn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads