"Tiga kita bawa, dua tabung dan satu serpihan besar," kata Kapolres Sumenep AKBP Josep Ananta Pinora saat dihubungi detikcom, Senin (26/9/2016) malam.
Polisi, kata Josep, belum bisa memastikan sumber benda misterius yang jatuh ke permukiman penduduk dan perairan dalam kondisi panas membara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Josep, dua tabung berukuran 1,5 meter dengan diameter 60 cm jatuh di kandang sapi dan tempat lain di Giliraja. Sedangkan pecahan serpihan ukuran besar menimpa rumah warga.
"Saat jatuh di rumah warga dalam keadaan membara, rumah rusak tapi tidak ada korban manusia," katanya.
Selain itu, Josep menjelaskan jika dari keterangan warga yang melihat detik-detik jatuhnya benda misterius yang diawali suara ledakan telah ditemukan titik di perairan atau laut yang menjadi lokasi jatuhnya.
"Ada lima spot atau lokasi yang sudah kita lokalisir, jarak dari bibir pantai terjauh 500 meter. Besok yang dangkal akan kita selami untuk mengambil benda misterius itu," kata dia.
Josep menegaskan bahwa pihaknya besok akan kembali ke Giligenting dan Giliraja, selain untuk melakukan pencarian benda misterius lainnya yang juga untuk gotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak dihantam serpihan dari langit itu.
"Polres Sumenep menginisiasi perbaikan rumah seorang warga yang rusak, kita gotong royong lah," katanya.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menduga benda yang jatuh dari langit di Sumenep, Jawa Timur adalah pecahan roket. Roket tersebut merupakan Roket Falcon 9 milik Amerika Serikat.
"Kami sudah analisis, dugaan kuat benda tersebut adalah pecahan roket Falcon 9 dengan nomer seri 41730," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat berbincang, Senin (26/9/2016).
Roket Falcon tersebut diperkirakan melintasi langit Madura sekitar pukul 09.21 WIB pada ketinggian 129 KM. Belum diketahui apa muatan yang dibawa oleh roket tersebut.
"Muatan belum diperiksa, tapi tampaknya roket eksperimen," ujar Thomas. (gik/Hbb)











































