"Bagaimana, sudah pindah ke lantai 1?" tanya ketua majelis hakim Sumpeno dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/9/2016).
"Kami belum tahu Yang Mulia," jawab Rohadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring waktu, kesejahteraan Rohadi berubah. Dari yang awalnya tinggal di rumah petak di ujung gang buntu di Rawa Bebek, Bekasi, kini ia tinggal di dua rumah di The Royal Residence seharga Rp 6 miliar. Bila dulu ia selalu nebeng ke tempat kerja karena tidak punya kendaraan, kini ia memiliki 19 mobil. Padahal ia hanyalah PNS bergaji Rp 8 jutaan per bulan.
![]() |
Asal-usul kekayaan Rohadi mulai terbongkar saat ia ditangkap KPK sedang menerima suap dari pengacara Saipul Jamil yang bernama Berthanatalia. Rohadi lalu ditahan di lantai 9 KPK sejak pertengahan Juni 2016.
Setelah itu, Rohadi dijerat lagi dengan kasus gratifikasi dan kasus pencucian uang. Menyikapi hal itu, Rohadi mengaku takut dan selalu ingin loncat bunuh diri dari lantai 9 KPK karena cemas.
"Lantai 9 masih takut?" tanya Sumpeno lagi.
"Iya cemas Yang Mulia, karena kami sudah tidak sanggup lagi," iba Rohadi.
Namun, benarkah alasan Rohadi atau hanya alibi semata? (rni/asp)












































