Demo Tukang Becak di Semarang Bentrok, Satu Orang Pingsan
Kamis, 31 Mar 2005 12:32 WIB
Semarang -
Aksi unjuk rasa sekitar 1.000 tukang becak di Semarang diwarnai bentrokan dan lempar batu dengan aparat. Salah seorang tukang becak jatuh pingsan.Demonstrasi digelar di depan pintu gerbang Balaikota Semarang, Jalan Pemuda, Semarang, Kamis (31/3/2005).Sambil menunggu rekan-rekannya melakukan audiensi dengan Pjs Walikota Semarang Saman kadarisma, para tukang becak membakar ban bekas. Mereka berteriak-teriak dan berjingkrak-jingkrak mengelilingi ban bekas yang dibakar tersebut.Aksi kian memanas ketika para tukang becak memaksa masuk ke gedung Balaikota. Akhirnya, terjadi saling dorong dan lempar baru antara tukang becak dengan aparat yang berjaga-jaga di dalam pintu gebang. Aparat hanya bertahan dan tidak melakukan perlawanan.Tukang becak tambah emosional dan berusaha merobohkan pintu gerbang. Bahkan, salah seorang tukang becak bernama Ahmad sempat memanjat pagar. Namun, tiba-tiba dia jatuh pingsan dan digotong oleh rekan-rekannya. "Kepala saya seperti ditimpuk batu," kata Ahmad usai sadar dari pingsannya.Tak berhasil memanjat pintu gerbang, beberapa tukang becak tampak mencoba memanjat tembok Balaikota setinggi 1,5 meter. Namun, aksi digagalkan aparat kepolisian.Aksi mereda saat perwakilan tukang becak keluar dan memberitahukan putusan Pjs Walikota Semarang Saman Kadarisman yang menyatakan becak bebas beroperasi di wilayah Semarang. "Kita bebas, kita bebas," teriak perwakilan tersebut.Para tukang becak yang marah langsung terdiam sejenak dan bersorak gembira menyambut keputusan tersebut. Beberapa dari mereka tampak ada yang berpelukan dengan aparat dan langsung membubarkan diri.Sambil mengayuh becak mereka membunyikan klakson manual dan melambaikan tangan meninggalkan gedung Balaikota.
(aan/)










































