PNS dan Pelajar Purwakarta Kirim Paket Alat Tulis ke Korban Banjir Garut

PNS dan Pelajar Purwakarta Kirim Paket Alat Tulis ke Korban Banjir Garut

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 14:52 WIB
PNS dan Pelajar Purwakarta Kirim Paket Alat Tulis ke Korban Banjir Garut
Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Purwakarta - Pemerintah dan pelajar di Kabupaten Purwakarta mengirim sejumlah bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Kabupaten Sumedang dengan total mencapai Rp 3 miliar. Bantuan dikirim langsung dengan diwakili oleh anggota Pramuka Purwakarta.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, bantuan tersebut adalah buah empati yang tinggi dari para pegawai Pemkab dan pelajar di Kabupaten Purwakarta. Selain itu bantuan juga ada yang berasal dari masyarakat untuk turut disumbangkan pada masyarakat yang membutuhkan.

"Kita itu ada tradisi anak sekolah atau pegawai mengumpulkan bahan pokok atau barang-barang bekas tapi layak pakai. Jadi sewaktu-waktu ada yang membutuhkan seperti bencana tinggal dikirim sesuai kebutuhan," jelas Dedi usai melepas rombongan pramuka di Halaman Belakang Pendopo Kabupaten Purwakarta, Senin (26/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Foto: Tri Ispranoto/detikcomFoto: Tri Ispranoto/detikcom

Saat ini, kata Dedi, pihaknya mendelegasikan bantuan melalui para anggota pramuka yang terdiri dari 10ribu paket bahan pokok, seribu paket tas sekolah berisi alat tulis dan buku, paket kebutuhan mandi, pakaian, pembalut wanita, popok bayi, hingga air mineral. "Kalau ditotal-total sampai Rp 3 miliar," ungkapnya.

Dedi mengungkapkan, bantuan tersebut sudah secara bertahap disalurkan ke Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang sejak satu hari pasca bencana. Dan pada hari ini bantuan kembali diberikan untuk diberikan pada korban bencana terutama bagi para pelajar.

Sementara sebagian sumbangan lainnya yang tidak terdistribusikan disimpan di gudang persediaan untuk digunakan jika terjadi hal mendesak lain seperti bantuan kurang atau terjadi bencana lain.

Foto: Tri Ispranoto/detikcomFoto: Tri Ispranoto/detikcom

"Tim kebersihan yang biasa kita sebut Pasukan Cangkul sudah tiga hari di sana membersihkan sisa bencana. Sebagian hari ini sudah pulang, dan lainnya masih standby di sana," tuturnya.

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, pihaknya tidak mau mengkoordinir bantuan dalam bentuk uang tunai dan lebih memilih barang. Hal itu karena bantuan bersifat uang sangat riskan jika tidak tersalurkan secara benar dan tepat sasaran.

"Kita tidak ahli kalau mengurus uang seperti itu. Dan uang itu susah menyimpannya. Lebih baik barang jadi sehingga mudah didistribusikan sesuai kebutuhan," katanya.

Foto: Tri Ispranoto/detikcomFoto: Tri Ispranoto/detikcom

Ketua rombongan pelajar, Maula Akbar Ahmad Habibie Bungsu, berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama teman-teman sesama pelajar yang terpaksa kehilangan perlengkapan sekolah karena bencana.

"Barang-barang ini kita bawa ke Garut dan sebagian ke Sumedang. Kita akan berikan peralatan sekolah langsung pada teman-teman yang membutuhkan," pungkas anak sulung Bupati Dedi yang juga aktif di SAR Kabupaten Purwakarta itu.

Foto: Tri Ispranoto/detikcomFoto: Tri Ispranoto/detikcom
(trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads