"Haknya masing-masing, silakan. Dia bukan jalan sendiri, dia mungkin punya perencanaan. Sepanjang sesuai koridor pemenangan ya tidak masalah," ujar Berliana saat dihubungi, Senin (26/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting kompak. Tim sukses kalau pun mau diubah, ya tidak ada masalah. Yang penting bagaimana tim ini bekerja maksimal untuk memenangkan dari sekarang sampai nanti penghitungan kotak suara," imbuh Berliana.
Selain itu, keempat parpol pengusung juga tidak boleh melupakan peran besar relawan Teman Ahok. Para relawan harus tetap dilibatkan dalam setiap upaya pemenangan termasuk kampanye Ahok-Djarot nantinya.
"Sementara ini berjalan bagus, teman-teman akan evaluasi rutin. Tapi sampai hari ini menurut teman-teman di DKI tidak ada masalah. On the track baik dengan relawan dan 4 parpol," kata Berliana.
Kondisi parpol pengusung Ahok-Djarot belakangan bicara soal kesolidan tim. Golkar dan NasDem sudah menegaskan agar empat parpol tetap berjalan bersama, tanpa ada yang mendominasi tim pemenangan. Penegasan ini disampaikan merespons keinginan PDIP membentuk tim kampanye tersendiri.
Mendapat 'peringatan' dari parpol pengusung lainnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kemudian menegaskan penyusunan tim kampanye diserahkan kepada cagub dan cawagub yang sudah resmi didaftarkan ke KPU yaitu Ahok-Djarot.
(fdn/van)










































