"Memang tantangan yang cukup sulit bagi Ahok setelah mendapatkan dukungan dari PDIP adalah menyolidkan dukungan di tingkat partai pendukung. Karena bagaimana pun potensi ketegangan antar pendukung itu ada. Sejak awal sudah muncul perang psikologis antara parpol pendukung," kata peneliti CSIS, Arya Fernandes, kepada wartawan, Snin (26/9/2016).
Kali ini ketegangan tersulut karena PDIP ingin membentuk tim sukses sendiri. Sekjen Golkar Idrus Marham pun langsung mengingatkan jika Ahok-Djarot mau menang maka tim sukses harus solid dan tidak jalan sendiri-sendiri.
"Inilah saya kira tantangan Ahok yakni menyolidkan dan itu tidak mudah karena sejak awal sekali sudah terlibat ketegangan. Awalnya kan NasDem dan Hanura, jadi partai partai ini kan berharap mendapatkan insentif dukungan publik, kemudian masuk Golkar yang mengubah peta internal. Belum konsolidasi sudah masuk PDIP tentu posisi ini tidak mudah," katanya.
Kalau parpol pengusung Ahok tak solid maka bisa jadi batu ganjalan di Pilgub DKI 5 Februari mendatang. Karena itu jalan keluarnya mereka harus bersatu padu.
"Saya kira mungkin jalan keluarnya mereka bisa bentuk tim pemenangan bareng-bareng. Jadi maksud saya kalau misalnya mereka tidak ketemu titik temu, mungkin PDIP membentuk tim sendiri tapi berkolaborasi. PDIP sebagai partai pemenang tentu akan muncul egonya ," pungkasnya.
(van/fdn)











































