Timses Ahok-Djarot Siap Buka Asal Usul Dana Kampanye ke Publik

Timses Ahok-Djarot Siap Buka Asal Usul Dana Kampanye ke Publik

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 10:40 WIB
Timses Ahok-Djarot Siap Buka Asal Usul Dana Kampanye ke Publik
Ahok dan Djarot (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Peraturan KPU mensyaratkan adanya transparansi soal dana kampanye yang digunakan dalam Pilkada, tak terkecuali dana kampanye yang digunakan para calon di Pilgub DKI 2017. Pihak kandidat pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, siap membuka asal usul dana kampanyenya.

"Ya kita transparan dan dibuka ke publik," kata Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Nusron Wahid, saat berbincang, Senin (26/9/2016).

(Baca juga: KPU: Calon di Pilgub DKI Harus Buka Asal Usul Sumber Dana Kampanye)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2016 tentang Dana Kampanye di Pilkada, ada syarat bahwa dana kampanye tidak boleh didapatkan dari tindak pidana, misalnya korupsi. Ini termasuk dalam asal usul dana yang perlu diungkap secara transparan.

"Salah satunya itu," ucap Nusron.

(Baca juga: Datang ke Posko Pemenangan Ahok, Setya Novanto Sumbang Rp 100 Juta)

Pernah, saat peresmian Rumah Lembang sebagai posko pemenangan Ahok pada Agustus lalu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyumbang Rp 100 juta. Nusron yang juga politisi Golkar ini berkata bahwa duit Novanto itu belum ditransfer.

"Belum. Sebab kita belum buka rekening, sehingga uangnya belum ditransfer," kata Nusron.

Sejauh ini, belum ada dana kampanye yang terkumpul karena belum ada pengumpulan. Urunan dari partai-partai pendukung juga dilakukan di internal masing-masing. Sebagaimana diketahui, Ahok-Djarot didukung oleh Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Golkar, dan PDIP. Nantinya, bila sudah ada rekening kampanye, maka dana kampanye akan dikumpul dalam satu 'wadah'. KPU Provinsi DKI menetapkan batas paling lambat pelaporan rekening kampanye pada 24 Oktober 2016.

"Setelah tanggal 4 Oktober, harus memasukkan tim kampanye dan melaporkan rekening," ujarnya.

(dnu/trw)


Berita Terkait