"Ya kita transparan dan dibuka ke publik," kata Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Nusron Wahid, saat berbincang, Senin (26/9/2016).
(Baca juga: KPU: Calon di Pilgub DKI Harus Buka Asal Usul Sumber Dana Kampanye)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satunya itu," ucap Nusron.
(Baca juga: Datang ke Posko Pemenangan Ahok, Setya Novanto Sumbang Rp 100 Juta)
Pernah, saat peresmian Rumah Lembang sebagai posko pemenangan Ahok pada Agustus lalu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyumbang Rp 100 juta. Nusron yang juga politisi Golkar ini berkata bahwa duit Novanto itu belum ditransfer.
"Belum. Sebab kita belum buka rekening, sehingga uangnya belum ditransfer," kata Nusron.
Sejauh ini, belum ada dana kampanye yang terkumpul karena belum ada pengumpulan. Urunan dari partai-partai pendukung juga dilakukan di internal masing-masing. Sebagaimana diketahui, Ahok-Djarot didukung oleh Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Golkar, dan PDIP. Nantinya, bila sudah ada rekening kampanye, maka dana kampanye akan dikumpul dalam satu 'wadah'. KPU Provinsi DKI menetapkan batas paling lambat pelaporan rekening kampanye pada 24 Oktober 2016.
"Setelah tanggal 4 Oktober, harus memasukkan tim kampanye dan melaporkan rekening," ujarnya.
(dnu/trw)










































