Bocah 5 Tahun Korban JPO Pasar Minggu Masih Dirawat Intensif

Bocah 5 Tahun Korban JPO Pasar Minggu Masih Dirawat Intensif

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 26 Sep 2016 00:52 WIB
Bocah 5 Tahun Korban JPO Pasar Minggu Masih Dirawat Intensif
JPO di Pasar Minggu yang pagarnya roboh (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta - Abbiyu Al Faiq (5) salah satu korban runtuhnya pagar Jembatan Penyebaran Orang (JPO) Pasar Minggu masih di rawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Rumah Sakit Fatmawati. Abbiyu adalah adik dari Aisyah Zahra Ramadani (8) dan cucu dari Sri Hartati (52). Aisyah dan Sri menjadi jadi korban tewas runtuhnya pagar JPO Pasar Minggu.

Abbiyu masih dirawat Intensif. Hanya ayah dan ibu kandung yang diijinkan masuk ke ruangan untuk menjenguk.

"Untuk saat ini, keadaannya berapa persen belum tahu. Belum ketemu dokter. Entah maju atau mundur (kondisinya) belum bisa klarifikasi. Saya takut salah. Yang penting kabar itu (Abbiyu meninggal) salah," kata ayah Abbiyu, Hendra (30), saat ditemui di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (25/09/2016) kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendra, yang bekerja di Indramayu mendapat kabar kejadian itu pada pukul 04.00 WIB pagi. Dia kaget karena media massa memberitakan Abbiyu menjadi korban jiwa.

"Habis kerja malam, saya pulang. Tak lama kemudian adik ipar saya telepon. Kemudian melihat pemberitaan. Kabar dari keluarga saya cuma dua (yang meninggal), tapi pemberitaan tiga nama. Aduh, saya makin kalut," kata Hendra.

Hendra sampai ke Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB. Dia langsung ke rumah sakit menemani istrinya yang sudah berada disana. Dia sempat menghadiri pemakaman mertua dan anak sulungnya di TPU Kampung Srengseng Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Saat ini dia bersama keluarga besar masih menunggu di RS Fatmawati.

"Yang terpenting anak saya, yang tersisa sehat. Sama-sama berdoa saja," kata Hendra.

(dnu/dnu)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini