Kongres PDIP Mulai Sepi, Utusan dan Penggembira Jalan-jalan
Kamis, 31 Mar 2005 11:23 WIB
Denpasar - Setelah kubu gerakan pembaruan PDIP keluar dari arena kongres pada hari pertama, kongres ke-2 PDIP seakan kehilangan greget. Suara-suara kritis dan perdebatan di sidang-sidang tak tampak lagi alot. Bahkan hampir semua materi sidang yang dibahas berjalan mulus, dan diperkirakan kongres akan ditutup lebih cepat dari jadwal.Saat ini, kongres tinggal menyisakan sidang paripurna dan penetapan secara aklamasi Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDIP periode 2005-2010. Sementara, kubu gerakan pembaruan PDIP sudah menyelesaikan persidangan sejak kemarin. Para utusan yang bergabung dalam kubu gerakan pembaruan sudah tak tampak lagi berada di Hotel The Patra Bali, Kuta.Yang tampak mencolok pada hari ke 4 kongres PDIP, banyak utusan dan massa penggembira yang memilih jalan-jalan. Baik ke kawasan pantai Kuta, Seminyak maupun di Sanur. Bahkan mereka yang berkantong tebal memilih ke Ubud maupun ke Sukowati untuk membeli oleh-oleh.Lapangan Matahari Terbit yang menjadi base camp atau tempat berkumpul kedua massa, sejak pagi sudah tampak sepi. Banyak tenda-tenda yang masih berdiri, namun penghuninya sudah tak tampak. Sementara bus-bus yang membawa mereka dari berbagai kota masih tampak menunggu. Beberapa orang yang ditemui detikcom, Kamis (31/3/2005) mengatakan bahwa massa sebagian jalan-jalan dan sebagian lagi demo di depan Hotel Inna Grand Bali Beach.Sedangkan massa pendukung gerakan pembaruan PDIP, sejak kemarin sudah tidak ada kegiatan. Sebagian dari massa gerakan pembaruan sudah kembali ke daerah masing-masing kemarin sore, namun sebagian lagi masih berada di lapangan Matahari Terbit.Sementara, para utusan yang mengikuti kongres PDIP juga banyak yang memanfaatkan waktu untuk jalan-jalan. Beberapa diantara mereka membawa keluarga, dan menginap di beberapa hotel sekitar kongres. Bahkan utusan kongres yang bergabung ke kubu gerakan pembaruan sudah menyelesaikan sidang sejak kemarin, sehingga sisa waktu digunakan jalan-jalan. "Mumpung berada di Bali, kapan lagi kalau tidak sekarang," kata salah seorang utusan dari Lampung yang bergabung dalam gerakan pembaruan PDIP.Sidang paripurna PDIP yang seharusnya mulai jam 09.00 Wita juga molor hampir tiga jam. Banyak peserta atau utusan yang "ngilang", sehingga sidang tak dapat segera dimulai. Baru setelah diperkirakan memenuhi quorum, sidang paripurna dimulai sekitar pukul 12.00 Wita.
(jon/)











































