mengenai penyebab ambruknya JPO yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia itu.
Yang pasti JPO ambruk saat terjadi hujan dan angin kencang di Pasar Minggu. Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyebut JPO Pasar Minggu yang dibangun sejak 2002 itu terakhir menjalani perawatan pada 2012-2013 lalu. Terdapat sejumlah lubang di pagar JPO untuk mengkaitkan dengan papan reklame.
"Dari konstruksinya, yang terlampau berat itu reklamenya. Konstruksinya juga kurang baik," kata Djarot kepada wartawan,
Sabtu (24/9/2016) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
di Jakarta?
detikcom melihat sejumlah JPO di Jakarta hari ini, Minggu (25/9/2016). Salah satunya JPO yang ada di depan Mal Sarinah di jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
![]() |
Sejumlah papan reklame terpasang di JPO Sarinah. Papan reklame itu dikaitkan dengan pagar JPO dengan cara dilas. Tangga
JPO terbuat dari lempengan besi. Sehingga saat naik ke atas JPO akan berbunyi cukup keras.
Saat sampai di atas jembatan, lantai sudah dicor dengan semen. Jadi pengguna tidak perlu takut lantai akan bergetar saat berjalan. Namun, atap JPO menjadi perhatian khusus. Karena atap JPO hanya terbuat dari plastik. Selain itu, akses dari JPO menuju terminal TransJakarta Sarinah masih dibuat dari seng. Dan lagi-lagi bila diinjak akan mengeluarkan bunyi.
![]() |
Salah satu warga, Reni (23) mengaku agak terganggu dengan adanya bunyi di tangga JPO saat diinjak. Dirinya mengaku agak sedikit takut saat menaiki JPO. Namun, JPO menjadi satu-satunya akses untuk menuju ke halte TransJakarta.
"Sebenarnya agak takut sih, apalagi kemarin kan ada JPO yang baru ambruk juga. Ini kan dari seng tangganya. Takut ambruk lagi. Tapi mau gimana lagi, cuma ini akses ke TransJakarta," ujarnya saat ditemui di Halte Sarinah, Minggu (25/9/2016). (erd/erd)













































