Lagi, 3 WNI Diculik di Perairan Filipina Selatan
Kamis, 31 Mar 2005 11:01 WIB
Jakarta - Beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) kembali menjadi korban penculikan di perairan Filipina. Sekelompok pria bersenjata mencegat sebuah kapal derek Malaysia dan menculik tiga krunya asal Indonesia. Insiden itu terjadi di perairan Filipina selatan dekat perbatasan Semporna, Malaysia.WNI yang diculik tersebut masing-masing adalah Ahmad Rumiyati, Yamin Labusu dan Erekson Hutagul. Demikian seperti dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Kamis (31/3/2005).Kelompok bersenjata tersebut mengejar dan menyerbu naik ke atas kapal dengan menggunakan speedboat. Mereka bersenjatakan senapan M16 dan AK47. Insiden itu terjadi ketika kapal akan mendekati perbatasan laut Malaysia dekat Pulau Mataking, di pantai timur Sabah.Setelah mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan, para penyerang langsung memaksa tiga dari enam kru untuk ikut ke kapal mereka. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan itu. Ini merupakan insiden penculikan kedua kalinya dalam beberapa tahun ini yang melibatkan kapal Malaysia di perairan Filipina.Pada 12 April 2004 lalu, sekelompok pria bersenjata yang terdiri dari lima orang mencegat sebuah kapal dekat Pulau Taganak, tidak jauh dari Filipina selatan. Mereka pun menculik tiga orang kru kapal: Wong Siu Ung, Toh Chiu Tiong, serta seorang WNI, JE Walter Sampel. Upaya untuk menyelamatkan mereka telah dikerahkan, namun tidak juga membuahkan hasil. Tidak pernah terdengar kabar soal mereka sampai pada Januari 2005 lalu, pasukan keamanan di Sabah menyatakan bahwa ketiganya diyakini telah meninggal selama dalam penyanderaan. Kemungkinan mereka tewas sakit ataupun dibunuh penculik mereka.
(ita/)











































