"Yang saya evaluasi adalah proses pemberian sertifikatnya seperti apa. Saya sudah panggil, BKI (Biro Klasifikasi Indonesia) untuk diskusi dengan Dirjen Perhubungan Laut untuk lakukan investigasi apakah sertifikasi yang dilakukan benar," ujar Budi Karya saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2016).
"Kalo tidak benar (pemberian sertifikat) akan timbul kecelakaan lagi. Ke depan sertifikasi harus lebih ketat," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kapolres Karangasem Bali AKBP Sugeng Sudaso, kapal tersebut terbakar karena tabung BBM bocor dan menimbulkan ledakan.
"Dugaan sementara dari hasil labfor, kemungkinan adanya kebocoran tabung BBM, sehingga karena kena panas kan BBM itu menguap dari lubang kebocoran itu, uapnya itu terakumulasi di bawah dek kapal," kata AKBP Sugeng, Jumat (16/9) yang lalu. (slh/slh)











































