Asuh Anak di Pengungsian, Kang Dedi Buat Lomba Nyanyi Dadakan

Asuh Anak di Pengungsian, Kang Dedi Buat Lomba Nyanyi Dadakan

Tri Ispranoto - detikNews
Minggu, 25 Sep 2016 00:17 WIB
Asuh Anak di Pengungsian, Kang Dedi Buat Lomba Nyanyi Dadakan
Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Sumedang - Bencana longsor yang menimpa permukiman di Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu mengharuskan warga mengungsi ke tempat aman, salah satunya di GOR Tadjimalela.

Di tempat ini seribuan warga terpaksa menumpuk menggelar tikar seadanya untuk sekedar beristirahat atau tidur. Tua, muda, dan anak menjadi satu atap di GOR yang seukuran lapangan basket tersebut sejak bencana longsor menimpa pada Selasa, 20 September lalu.

Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak bencana menimpa, sejumlah bantuan terus mengalir ke tempat ini. Salah satunya dari Ketua DPD I Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, yang datang untuk memberi bantuan dan dukungan moral bagi warga yang terkena musibah.

Dedi yang datang pada Sabtu (24/9/2016) sore itu langsung disambut oleh puluhan anak yang tengah bermain di dalam GOR. Secara spontan dia pun mengajak ke luar anak-anak tersebut untuk menuju sebuah warung yang tak jauh dari lokasi pengungsian.

Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)


"Eta tukang baso titah ka die. Urang dahar raramean. (Itu tukang baso suruh ke sini. Kita makan rame-rame)," ucap Dedi sambil berlalu menuju warung.

Sambil menunggu baso dibuat, Dedi pun bercanda dan bernyanyi lagu-lagu Sunda bersama anak-anak. Tidak hanya itu, untuk menghangatkan suasana dia pun menantang anak-anak tersebut lomba bernyanyi dengan iming-iming sejumlah hadiah.

"Sok saha nu bisa nyanyi? Sok lomba, nu bisa naek ka meja. Engke dipeunteun ku saya jeung Pak Pulisi. (Ayo siapa yang bisa nyanyi? Ayo lomba, yang bisa naik ke meja. Nanti dinilai sama saya dan pak polisi)," tuturnya.

Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)


Mengdengar hal itu, anak-anak yang sedari awal antusias tambah antusias saat mendengar pemenang lomba akan mendapat hadiah. Secara satu per satu anak-anak pun naik ke atas meja untuk adu kebolehan menyanyi lagu-lagu Sunda di hadapan Dedi dan teman-temannya.

Suasana pun semakin meriah saat Dedi melontarkan sejumlah candaan di sela-sela lomba. Kontan hal itu pun mengundang tawa anak-anak seolah sedang lupa jika mereka tengah dirundung duka karena harus mengungsi.

"Yeuh juara kahiji hadiahna Rp 300 rebu. (Ini juara satu hadiahnya Rp 300 ribu)," kata Dedi pada salah seorang anak yang dinyatakan sebagai pemenang.

Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)Kang Dedi ajak anak-anak di pengungsian lomba menyanyi (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)


Ditemui usai acara, Dedi mengaku melakukan hal tersebut untuk menghibur anak-anak. "Kalau sama anak-anak itu tidak perlu formal di ruangan. Ajak mereka ke luar, biarkan mereka berekspresi. Ajak mereka ke dunianya, jangan anak-anak diajak ke dunia kita (dewasa)," ungkapnya.

Soal bencana longsor, Dedi meminta agar anggota Partai Golkar yang duduk di dewan Kabupaten Sumedang dan Provinsi Jabar untuk mau turun ke lapangan dan menindak segala hal yang akan merugikan masyarakat. Pasalnya dari penelusuran, Dedi mendapati banyak daerah hutan yang merupakan hulu sungai beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sayur dan bahkan menjadi lahan tambang.

"Namanya sayur itu akarnya tidak kuat. Kita seharusnya belajar dari Belanda yang membentengi hutan dengan perkebunan teh karena itu bisa menahan bencana," jelas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.

Dia pun meminta agar pemerintah bisa melakukan langkah pencegahan yang biayanya relatif murah dibanding dengan penanganan pasca bencana. Salah satunya adalah memberi gaji dan subsidi ternak pada warga yang tinggal di hulu sungai. Mereka diberi tugas khusus untuk menjaga lingkungan sekitar.

"Gaji kita berikan setingkat THL, ditambah subsidi ternak domba atau sapi, dan juga bibit tanaman. Nantikan ternak itu akan berkembang, dan setelah mereka mapan pemerintah bisa menghentikan gaji bulanan mereka. Jadi warga itu mau untuk menjaga lingkungan. Selain itu kita ke depan bisa swasembada daging dan pangan," beber Dedi.

Pria yang juga Bupati Purwakarta itu pun meminta agar Pemprov Jabar bisa tegas terhadap aktifitas tambang ilegal, dan tidak lagi memberikan izin bagi penambangan legal baru. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat di daerah tidak menjadi korban karena rusaknya lingkungan.

Dedi mencontohkan, pihaknya sudah secara tegas melarang aktifitas tambang di daerahnya baik yang bersifat legal mau pun ilegal. Namun dia selalu terganjal karena izin diperoleh penambang langsung dari Pemprov Jabar tanpa menghiraukan rekomendasi mau pun dampak bagi warga sekitar.

"Kalau Cadas Pangeran kan memang sudah langganan longsor. Itu karena aktifitas kendaraan yang tinggi ditambah tidak ada pembatasan tonase kendaraan. Seharusnya ada takaran berapa maksimal berat kendaraan yang bisa lewat. Saya sebagai ketua partai meminta Dishub Jabar agar lebih tegas," pungkas Dedi. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads