"Kota ini adalah kota proklamasi, pusat kegiatan perekonomian, dan kota metropolitan ini harus bisa menjadi kota yang suasananya menyenangkan, suasananya bersahabat. Bukan saja bangunannya dibangun dengan tepat waktu, bukan saja kita memastikan fisiknya baik, tapi juga budayanya baik, masyarakatnya baik," ujar Anies usai mengikuti tes pemeriksaan di RSAL Mintohardjo, Sabtu (24/9/2016).
"Jadi konsentrasinya itu jelas. Kita akan teruskan semua bangunan-bangunan fisik. Tapi yang tidak kalah penting kita ingin bangun budayanya, kita ingin bangun kualitas pendidikannya, kesehatannya," sambung pengagas gerakan Indonesia Mengajar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta ini mengalokasikan per anak per tahun Rp 6 juta. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalokasikan Rp 500 ribu per anak per tahun. Tapi kinerja pendidikannya, DIY jauh lebih baik daripada DKI," kata Anies.
"Kita ingin perbaiki, para ibu antarkan anaknya ke sekolah, dan kita ingin mereka yakin anaknya dididik dengan baik, fasilitasnya baik, gurunya baik, sehingga mereka punya masa depan lebih baik. Kita ingin membuat Jakarta yang lebih baik," imbuh pria 47 tahun itu.
Dalam Pilgub DKI 2017, Anies berpasangan dengan pengusaha Sandiaga Uno. Ia akhirnya mau ikut turun tangan ke Jakarta begitu nama Sandiaga disebut sebagai pendampingnya.
"Dari pembicaraan panjang sampai kemudian akhirnya kemarin ditetapkan bersama-sama dengan Mas Sandi. Apakah pasangannya bersama Sandi, saya siap," ujar Anies.
Nantinya, Anies-Sandiaga akan bertarung dengan calon petahana yang diusung PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot serta pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Demokrat, PPP, PKB dan PAN. (nkn/dhn)











































