Kasus Narkoba, Si Cantik Corby Yakin Dirinya Tak Bersalah

Kasus Narkoba, Si Cantik Corby Yakin Dirinya Tak Bersalah

- detikNews
Kamis, 31 Mar 2005 10:33 WIB
Jakarta - Schapelle Leight Corby (27), wanita cantik asal Queensland, Australia, yang didakwa menyelundupan narkoba sebesar 4,1 kilogram di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, dan diancam hukuman mati, tetap meyakini dirinya tidak bersalah.Corby, yang dikunjungi keluarga, teman, dan tim kuasanya hukumnya usai mendapat kesaksian yang meringankannya dalam persidangan Selasa (29/3/2005) lalu, mengirimkan pesan kepada rakyat Australia agar tetap mempercayai kalau dirinya tidak bersalah."Saya ingin rakyat Australia tetap mempercayai saya karena saya tidak melakukan kejahatan apapun dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Australia atas dukungan mereka karena tanpa dukungan mereka saya mungkin sudah mati," katanya.Sebagaimana dilaporkan News.com.au, Jumat (31/3/2005), Corby meminta pengusaha telepon selular Gold Coast Ron Bakir, yang kini membiayai pembelaannya, untuk mengirimkan pesannya kepada rakyat Australia.Sebelumnya Bakir mengaku cemas Corby akan kehilangan harapan. "Dia berkata tidak bisa bertahan lagi di sini (di penjara)," kata Bakir setelah mengunjungi mahasiswi terapi kecantikan itu.Namun Corby bisa diyakinkan bahwa publik Australia akan mendukungnya setelah ia menyatakan diri tidak bersalah dalam kasus penyelundupan narkoba itu.Harapan Corby muncul kembali setelah kesaksian yang meringankan dari tahanan John Patrick Ford, dan ketua majelis hakim Linton Sirait menyatakan kesaksian tersebut akan menjadi pertimbangan dalam putusan nanti."Dari kesaksian tersebut ada beberapa bukti yang akan dijadikan pertimbangan haki dalam mengambil keputusan," kata Sirait kepada The Daily Telegraph seraya menolak berkomentar apakah Corby bersalah atau tidak.Komentar hakim ini merupakan kabar menggembirakan bagi Corby dan tim kuasa hukumnya. Sebab berdasarkan hukum acara di Indonesia, hakim bisa memutuskan kesaksian tentang kejadian di luar wilayah hukum Indonesia bisa dinyatakan tidak relevan.Ford (40), seorang tahanan di penjara Port Phillip, Melbourne, bersaksi mendengar pembicaraan dua tahanan lain yang merupakan pengedar narkoba bahwa marijuana itu rencananya dikeluarkan dari tas Corby saat ia melintasi bandara Sydney tapi secara tidak sengaja terlewatkan.Menurut Ford, dari pembicaraan yang didengarnya itu, Corby adalah korban tidak bersalah (innocent victim) dari sindikat kriminal di Australia. Hilangnya marijuana itu, karena lupa diambil dari tas Corby, bahkan menjadi bahan tertawaan dua tahanan di penjara Port Phillip itu. (gtp/)



Berita Terkait