"Kita analisis penyebab utamanya," kata Djarot kepada wartawan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (24/9/2016).
Menurut Djarot, seharusnya meski diterjang angin kencang, pagar dan atap jembatan itu tak akan roboh. Namun karena ada lobang di beberapa bagian pagar dan atap, ditambah reklame yang terpasang berukuran besar, hantaman angin kencang membuat atap dan pagar JPO itu ambruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu bikin tambah berat," ujar mantan Bupati Blitar ini.
Untuk mencegah hal serupa terjadi, Pemprov DKI akan mengaudit semua JPO yang dipasangi reklame. Ke depannya, tak boleh ada lagi reklame di JPO-JPO di Ibu Kota.
"Saya juga akan minta data ke kantor pajak siapa pemilik space reklame. Apakah dia sudah bayar pajak atau dibiarkan begitu saja.
Nanti akan kita cek," ujarnya.
(tor/tor)











































