Ganjar berdialog dengan warga di Balai Desa Pandean, Kecamatan Grogol, Sukoharjo usai panen raya. Salah satu warga bernama Haryanti asal Girimarto, Wonogiri berkeluh kesah soal kualitas raskin yang didapatnya.
Warga mengeluhkan kepada Ganjar tentang beras raskin yang kualitasnya buruk. (Foto: Angling/detikcom) |
"Banyak dapat jeleknya, ada kutunya. Setahun itu cuma dua kali dapat yang bagus," kata Haryanti di Balai Desa Pandean kepada Ganjar, Sabtu (24/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami patungan, saya biasanya Rp 10 ribu, sisanya yang lain," tandasnya.
Sering ia mendapatkan beras raskin dengan kualitas buruk dan langsung dibawa ke Gapoktan. Beras jatahnya yang sudah dibagi dengan tetangga itu ternyata laku hingga Rp 29 ribu, padahal ia hanya patungan Rp 10 ribu.
"Bawa ke Gapok, jual. Jadi untung Rp 19 ribu, yang biasa menjualkan kita kasih Rp 500," ujarnya.
Dialog itu berlangsung akrab, Ganjar dan warga terlihat geli mendengar "pengakuan" Haryanti. Canda juga terlontar untuk mencairkan suasana.
"Lha yo, katanya enggak seneng dapat raskin jelek, tapi dijual malah untung," canda Ganjar.
Politisi PDIP itu mengapresiasi kejujuran Haryanti meskipun yang dilakukannya itu salah. Namun dengan pengakuan Haryanti, justru terlihat pengelolaan raskin oleh pemerintah yang belum benar.
"Saya akan minta dinas untuk mengecek. Sekarang seharusnya sudah tidak zaman lagi raskin buruk. Kalau rakyat miskin saja tidak doyan makan, terus beras itu setelah dijual diapakan dan yang makan siapa," sentil Ganjar.
Dialog dengan warga itu berlangsung ketika Ganjar memberikan sambutan pada acara panen raya. Ganjar memang kerap tiba-tiba bertanya kepada warganya untuk menelisik langsung masalah yang sedang dikeluhkan masyarakat.
Sementara itu Panen Raya beras unggul tersebut dilakukan di lahan demo plot seluas 15 hektar di desa Pandean. Produktifitas padi unggul (premium) tersebut terbukti meningkat 10% sampai 20%. Kualitas dan rasanya juga meningkat sehingga gabahnya dibeli oleh Konsoursium lebih tinggi Rp. 200 dari harga pasar. (alg/aan)












































Warga mengeluhkan kepada Ganjar tentang beras raskin yang kualitasnya buruk. (Foto: Angling/detikcom)