Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan menyinggung soal asal muasal dana kampanye. Para calon harus transparan dan jujur soal dana kampanye mereka. Penting bagi para calon tidak menerima dana ilegal dari donatur hitam atau koruptor.
"Cara-cara curang tidak digunakan. Seperti terima dana kampanye dari sumber yang dilarang, melebihi batas maksimal, black campaign, penggunaan sumber daya negara, money politic," jelas Ade, Sabtu (24/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transparansi dana kampanye jadi bagian penting," terang dia.
Dari sisi internal menjaga dana kampanye agar tidak mendapat uang haram, menghindari penyumbang menyandera calon ketika berkuasa.
"Kedua, dari sisi eksternal bagian dari akuntabikitas mereka kepada rakyat. Rakyat bisa kontrol mereka," jelas dia.
"Pilkada juga mestinya jadi ajang untuk pendidikan kepada rakyat, Cagub bisa mendidik mereka berdemokrasi dengan jujur dan terbuka dalam proses pemilihan," tutup dia. (dra/dra)











































