"Banjir menimpa RW, 3,4,5,6,7 sampai malam ini sebagian rumah masih terendam air," ujar Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagsu Agus Sofyan di Makodim 0611 Garut, Jum'at (23/9/2016).
Selain hujan, banjir juga disebabkan karena abrasi di sungai Cibarengkok yang membuat air meluap ke pemukiman warga. Akibatnya, aktifitas pencarian korban yang dilakukan oleh tim SAR gabungan sempat terhenti. Tim khawatir akan terjadi banjir bandang susulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya 93 rumah warga terendam," kata dia.
Tubagus melanjutkan, ada sekitar 104 kepala keluarga yang terkena dampak banjir. Warga kemudian diungsikan ke sejumlah tempat yang dinyatakan aman. Kejadian banjir di wilayah tersebut bukan pertama kalinya terjadi.
"Setiap musim hujan di lokasi yang sama sempat merendam perkampungan warga," tuturnya.
Pihaknya khawatir akan terjadi bencana banjir bandang susulan. "Proses evakuasi sementara harus dihentikan karena di Cikajang merupakan hulu dari Sungai Cimanuk," tandasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam banjir ini. Hingga kini secara perlahan, banjir di kawasan tersebut secara perlahan mulai surut.
(miq/miq)











































